KEBUMEN - Pasang suami istri (pasutri) ditemukan meregang nyawa setelah tertabrak Kereta Api (KA) Singasari di jalur kereta masuk Desa Mrinen, Kecamatan Kutowinangun, Sabtu malam, (17/10). Hingga kini polisi masih mendalami peristiwa nahas tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Kedua korban masing-masing berinisial SA, 59 dan EN, 57. Keduanya tercatat sebagai warga Desa Padureso, Kecamatan Padureso. Pasutri tersebut diketahui tinggal di Desa Jatisari, Kecamatan Kebumen. Saat ditemukan kondisi kedua korban sulit dikenali secara langsung akibat kerasnya benturan.
Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, peristiwa kecelakaan terjadi sekira pukul 22.55. Berawal ketika KA Singasari jurusan Blitar-Pasar Senen melintas di kilometer 462+6/7 pada petak jalan antara Stasiun Kutowinangun dan Prembun.
Baca Juga: Dishub DIY Perluas Parkir Ketandan, Bisa Tampung 1.200 Motor dan 118 Mobil
Sebelum insiden terjadi masinis telah membunyikan semboyan 35 atau tanda peringatan. Namun, kedua korban yang berada di jalur rel tetap tidak menepi. "Karena jarak kereta sudah dekat, tabrakan tidak dapat dihindari," jelasnya, Minggu (18/10).
Informasi peristiwa tersebut kemudian diterima penjaga perlintasan kereta api dari pusat pengendalian perjalanan kereta api. Tak berselang lama petugas dari kepolisian dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi korban.
Tim Inafis kemudian menggunakan perangkat identifikasi Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis) untuk memeriksa identitas korban. "Hasil pemeriksaan memastikan keduanya adalah SA dan EN," ungkap kapolres.
Baca Juga: HB X Tunggu Kepastian, DPRD DIY Menolak Wacana Gaji ASN lewat KDMP karena Dinilai Berisiko
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sepeda motor merk Yamaha Mio Gear berwarna biru putih. Kendaraan yang diduga digunakan korban itu dalam posisi terparkir sekitar 15 meter dari jalur kereta api. Setelah diperiksa, polisi tidak menemukan tanda kerusakan pada sepeda motor tersebut.
Posisi sepeda motor yang cukup jauh dari rel dengan kondisi tidak terdapat kerusakan menjadi bagian temuan petugas. Polisi melakukan penyelidikan terkait kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
Baca Juga: Dipaksa Seri saat Injury Time, PSS Sleman Imbangi 2-2 Persebaya Surabaya di GBT
Selain sepeda motor, barang bukti lain yang dikumpulkan antara lain lima buah kunci, sebungkus rokok, korek api, sepasang sepatu, serta pakaian korban. "Temuan tersebut belum cukup untuk memastikan motif maupun penyebab kedua korban berada di jalur kereta api," terang kapolres.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kedua korban lalu diserahkan kepada pihak keluarga. Atas peristiwa itu keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Sedangkan polisi masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kejadian yang merenggut nyawa pasutri tersebut. (fid)
Editor : Heru Pratomo