Berperan Membimbing Masyarakat, 26 Guru Ngaji di Kebumen Dapat Bantuan Rehab Rumah

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:06 WIB
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Anif Solikhin. (M Hafied/Radar Jogja)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen Anif Solikhin. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kebumen dalam waktu dekat akan menyalurkan program bantuan bedah rumah kepada 26 guru ngaji. Program tersebut hadir untuk memberikan hunian yang layak bagi para pengajar agama.

 

Kepala Kemenag Kebumen Anif Solikhin menjelaskan, program bedah rumah guru ngaji secara keseluruhan menyasar 26 unit rumah. Kuota bantuan akan diambil dari hasil pengumpulan zakat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Kebumen.

Menurutnya, program ini hadir sebagai bentuk pendayagunaan zakat yang ditujukkan khusus untuk membantu memperbaiki rumah guru ngaji sesuai kriteria penerima.

Baca Juga: Benda Diduga Granat Manggis Ditemukan di Imogiri, Polisi Turun Tangan

"Di Kebumen ada 26 kecamatan. Jadi setiap kecamatan nanti satu rumah guru ngaji yang diperbaiki," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (16/10).

 

Anif mengatakan, besaran bantuan bedah rumah akan dinilai berdasarkan tingkat kerusakan bangunan. Dia menggambarkan, setiap rumah guru ngaji dengan kriteria rehabilitasi ringan akan diberikan bantuan senilai Rp 7 juta.

Sedangan kriteria sedang sebesar Rp 10 juta dan rehabilitasi berat Rp 15 juta. Besaran nominal bantuan akan ditetapkan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi tim survei terhadap setiap rumah. "Sedang proses penilaian. Dilihat tingkat kerusakan rumah," ucapnya.

 Baca Juga: Tak Sekadar Estetika, Pameran Andrawina 4 Angkat Kritik Sosial lewat Karya Seni di Jogja Gallery

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kebumen Solikhin menjelaskan, program rehab rumah hadir agar rumah milik guru ngaji lebih layak untuk ditempati.

Saat ini tim telah bergerak melakukan verifikasi lapangan terhadap setiap calon penerima. Tim juga mencatat tingkat kerusakan sebagai dasar penentuan nominal bantuan. "Nominal bantuan disesuaikan kebutuhan," katanya.

 Baca Juga: Baru Pukul Sepuluh Pagi Panasnya Sudah Terasa Seperti Tengah Hari, BMKG Yogyakarta Ungkap Penyebab

Menurutnya, guru ngaji perlu mendapat perhatian karena memiliki peran besar dalam membimbing masyarakat. Lewat bantuan itu diharapkan memberikan manfaat nyata bagi mereka yang telah mengabdi dalam pendidikan keagamaan.

Melalui progam bedah rumah tersebut Kemenag Kebumen berupaya memastikan pengelolaan dan pendayagunaan zakat berlangsung secara cermat, amanah serta tepat sasaran. (fid)

Editor : Heru Pratomo
Anif Solikhin Kepala Kantor Kementerian Agama kebumen guru ngaji kemenag