Harga Cabai Rawit Tembus Rp 70 Ribu per Kg, Gerakan Pangan Murah di Magelang Ludes dalam Sejam

Naila Nihayah • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:09 WIB
WASPADA KENAIKAN: Pedagang menjual cabai di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Senin (4/5/2026). Menjelang Idul Adha, BPS memprediksi inflasi tidak sekuat Idul Fitri dan permintaan diperkirakan naik terbatas pada bumbu dapur. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
WASPADA KENAIKAN: Pedagang menjual cabai di Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Senin (4/5/2026). Menjelang Idul Adha, BPS memprediksi inflasi tidak sekuat Idul Fitri dan permintaan diperkirakan naik terbatas pada bumbu dapur. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 

 

MUNGKID - Harga cabai rawit merah di Kabupaten Magelang mencapai Rp 70 ribu per kilogram (kg), sedangkan cabai keriting berada di kisaran Rp 65 ribu per kg. Tingginya harga cabai itu diduga dipicu berkurangnya hasil panen akibat kemarau panjang.

Karena itulah, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang bersama Asoiasi Champion Cabai Magelang menggelar gerakan pangan murah. Kegiatan yang digelar di Lapangan Cakra Buana, Ngablak itu bertujuan untuk membantu warga mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Distanpangan Kabupaten Magelang Sri Triyati Ningsih menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi satu upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. "Terutama ketika terjadi kenaikan harga di pasaran," paparnya, Selasa (13/10).

Baca Juga: 32 Persen Jalan Kabupaten di Sleman Belum Mantap, DPUPKP Sebut Butuh Rp 1,1 Triliun

Berbagai kebutuhan pokok dijual, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga sayuran. Sebagian besar komoditas ditawarkan di bawah harga pasar dengan dukungan subsidi distribusi dari pemerintah.

Untuk beras bersubsidi, misalnya, pemerintah provinsi memberikan fasilitas distribusi sebesar Rp 14 ribu per kg. Warga dapat membeli beras tersebut dengan harga Rp 12 ribu per kg atau Rp 60 ribu per kemasan lima kg. Adapun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual mengikuti ketentuan Bulog.

Sementara itu, cabai dan sejumlah komoditas lain memperoleh subsidi distribusi Rp 2 ribu per kg. Khusus minyak goreng, subsidi yang diberikan sebesar Rp 500 per kg.

Baca Juga: Jane Ora Ono Gunane, Telanjur Dianggarkan Rp 300 Juta untuk Pemeliharaan Pagar Stadion Mandala Krida

"Kegiatan ini rutin kami lakukan dua kali dalam sebulan, tapi ketika terjadi gejolak harga, kami melakukan intervensi melalui kegiatan ini," katanya.

Ketua Asosiasi Champion Cabai Kabupaten Magelang Sudarno menuturkan, telah membawa sekitar 500 paket cabai keriting dan cabai rawit untuk dijual dengan harga tingkat petani. Setiap paket berisi 200 gram cabai dengan harga Rp 9 ribu.

Sudarno menjelaskan, kenaikan harga cabai saat ini berkaitan dengan penurunan hasil panen petani akibat kemarau panjang. Harga cabai rawit merah yang sebelumnya sekitar Rp 64 ribu per kg kini mencapai Rp 70 ribu per kg.

Baca Juga: Salat Istisqa, 950 Orang dari Ponpes Modern Baitussalam Prambanan Mohon Turun Hujan

Sementara itu, cabai keriting dijual sekitar Rp 65 ribu per kg. "Tujuannya agar konsumen tidak menjerit dengan tingginya harga cabai," bebernya.

Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dibuka. Dalam waktu kurang dari satu jam, barang-barang yang dijual ludes dibeli masyarakat.

Warga Dusun Toyogaten, Bandungrejo, Suyati mengaku, membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga, di antaranya beras, minyak goreng, dan telur. Menurutnya, selisih harga dengan pasaran cukup membantu pengeluaran keluarga.


Dia mencontohkan, minyak goreng di pasaran dijual sekitar Rp 18 ribu hingga Rp 21 ribu per kemasan. Dedangkan dalam kegiatan pangan murah tersedia dengan harga Rp 15 ribu per kemasan. "Ini sangat membantu warga karena harganya lebih murah dari pasar," sebutnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
Magelang gerakan pangan murah ngablak harga cabai