KEBUMEN - Ancaman gempa megathrust menjadi perhatian serius dalam kunjungan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Pendopo Kabumian, Kebumen, Senin (5/10).
Potensi bencana ini dibahas secara komperehensif bersama pemerintah daerah serta berbagai elemen terkait guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi gempa berkekuatan besar tersebut.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, menurut berbagai pakar dan hasil kajian ancaman gempa megathrust di Kebumen benar-benar nyata.
Baca Juga: KAI Daop 6 Jogjakarta Amankan ODGJ yang Nekat Berjalan di Jalur Aktif KA Stasiun Maguwo
Namun begitu, bukan berarti masyarakat harus panik berlebih. Justru dari ancaman tersebut perlu adanya upaya kesiapsiagaan guna mengurangi risiko bencana.
"Kita juga perlu memberikan perhatian khusus di bagian pesisir karena berhadapan langsung dengan samudra," ucap Lilis saat Festival Aspirasi BAM DPR RI.
Di hadapan legislator di Senayan, Lilis membeberkan terdapat sedikitnya 11 potensi bencana di Kebumen. Mulai banjir, tanah longsor, kekeringan, angin kencang hingga tsunami.
Baca Juga: JPW Dorong Pungli dan Jukir Nuthuk Wajib Ditindak Tegas Saat Wayang Jogja Night Carnival
Dari ancaman tersebut ia menyoroti potensi terjadinya tsunami dahsyat yang dipicu terjadinya gempa bekekuatan besar. Hal tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian bersama mengingat sebagian wilayah Kebumen berada di bentang pesisir selatan.
Ia menyebut, berdasar data pemetaan terdapat sedikitnya 87 desa dengan kategori bahaya tsunami tingkat tinggi. Kondisi ini memaksa masyarakat perlu memiliki pemahaman sekaligus kesiapan menghadapai potensi gempa besar. "Kebumen memiliki kawasan luas, risiko bencana beragam. Tantangannya juga besar," ungkapnya.
Dalam rembug mitigasi bencana tersebut kesiapsiagaan masyarakat menjadi poin penekanan. Berbagai usulan dan masukan juga menjadi bahan diskusi.
Baca Juga: Kerugian Trans Home Dilaporkan Capai Rp 20 Miliar, Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui
Hasilnya akan dibawa DPR RI sebagai dasar pertimbagan penentuan kebijakan ditingkat pemerintah pusat. Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan praktisi, akademisi serta relawan kebecanaan.
Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Taufiq R Abdullah mengatakan, berdasar kondisi geografi wilayah Kebumen dikepung dengan ancaman bencana.
Dari sekian banyak potensi bencana dia menaruh perhatian pada ancaman megathrust. Setelah mendapat penjelasan dari BMKG, dia mengungkapkan wilayah Kebumen berpotensi terjadi tsunami setinggi 18-20 meter akibat gempa megathrust.
Baca Juga: Optimistis 11 Juta Kunjungan Tercapai Tahun Ini, Dispar: WJNC 2026 Ditarget Raup 60 Ribu Wisatawan
"Di Kebumen ada dua bendungan. Itu potensi terancam ketika gempa besar terjadi, maka khawatir jebol. Ini yang diperhatikan," ujarnya.
Taufiq menyatakan, kunjungan ke Kebumen untuk menyerap aspirasi statusnya sama dengan rapat dengar pendapat umum (RDPU) di DPR RI.
Kegiatan tersebut sengaja digelar untuk menyamakan persepsi terkait antisipasi dan mitigasi bencana. DPR RI, kata dia, juga memberikan perhatian khusus terhadap relawan serta sarana dan prasarana terkait kebencanaan.
Baca Juga: Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Akui Pernah Jadi Terpidana Kasus Korupsi, Dipenjara 39 Bulan
Pihaknya juga akan terus mendorong upaya mitigsi bencana di Kebumen melalui kebijakan dan aggaran.
"Tsunami tidak terdeteksi lewat teknologi dan ilmu pengetahuan. Kapan akan terjadi. Ini problemnya, masyarakat harus dipahamkan tapi tidak boleh takut," katanya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo