KEBUMEN - Pura Puspita Sari di Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan setelah proses pemugaran rampung sepenuhnya. Umat Hindu di wilayah setempat kini dapat beribadah lebih nyaman dengan kondisi bangunan pura yang representatif.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, keberadaan pura tersebut diharapkan dapat merajut kehidupan masyarakat yang harmoni di tengah perbedaan. Menurutnya, tempat ibadah memiliki makna lebih luas. Yakni, bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga turut membangun hubungan baik antarsesama.
Baca Juga: Bayi Usia Lima Hari Ditemukan di Kursi Depan Rumah Warga Kalasan
"Mari rawat tempat ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dari tempat yang baik tumbuh kehidupan yang baik pula," jelasnya saat peresmian Pura Puspita Sari.
Lilis mengaku bersyukur karena selama ini masyarakat di Kebumen dapat hidup berdampingan. Ia menegaskan, keberagaman agama, budaya maupun tradisi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kebumen. Oleh karena itu, ia berpesan perbedaan perlu dijaga melalui sikap saling menghormati.
Bagi Lilis, kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam konteks pembangunan daerah. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan beragama sesuai ketentuan berlaku. "Peresmian ini sebagai momentum yang baik untuk kita semua," ujar Lilis.
Baca Juga: Kapten Tirtonirmolo: Brotherhood Kunci Comeback di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 D.I Yogyakarta
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, proses pemugaran pura merupakan bagian dari jaminan kebebasan masyarakat dalam menjalankan keyakinan beragama. Dia pun mengapresiasi kerja keras masyarakat serta berbagai pihak yang secara sukarela bergotong-royong hingga pemugaran Pura Puspita Sari dapat diselesaikan. "Kebebasan menjalankan keyakinan beragama dijamin konstitusi," terangnya.
Dia mengatakan, pura tersebut kini dapat kembali menjadi tempat persembahyangan sekaligus pusat kegiatan keagamaan umat Hindu di wilayah setempat. Menurutnya, tempat ibadah memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan kehidupan sosial. Keberadaan pura tentu diharapkan dapat mendukung kehidupan spiritual, moral dan etika masyarakat. "Pura ini juga menjadi simbol keharmonisan, kerukunan dan wujud toleransi," ungkapnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita