Belum Pernah Beli, Pengemudi Ojol di Purworejo Semringah Terima Bantuan Beras Premium

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 06:07 WIB
Pengemudi ojek online di Purworejo mengaku senang menerima bantuan beras kualitas premium karena selama ini hanya mengonsumsi beras biasa. (M Hafied/Radar Jogja)
Pengemudi ojek online di Purworejo mengaku senang menerima bantuan beras kualitas premium karena selama ini hanya mengonsumsi beras biasa. (M Hafied/Radar Jogja)

 

Sejumlah pengemudi ojel online (ojol) di Purworejo semringah setelah menerima bantuan beras premium dari Perum Bulog. Bantuan tersebut dinilai cukup berharga karena selama ini mereka hanya mengandalkan beras dengan kualitas biasa untuk kebutuhan sehari-hari.

Seorang pengemudi ojol Hesti Setiawati, 26, mengatakan, selama ini sangat jarang mengonsumsi beras premium. Sehari-hari ia lebih memilih beras biasa karena harga jauh lebih terjangkau. Menurutnya, penggunaan beras premium tidak tepat bagi dirinya yang hanya seorang ojol dengan penghasilan tak menentu.

 "Belum pernah sengaja beli beras premium. Biasanya pakai harga Rp 13 ribu per kilogram," ucapnya di sela penyaluran bantuan pangan di Desa Desa Bedono Pageron, Kecamatan Kemiri, Jumat (25/9).

Baca Juga: Mau Nonton DBL Jogja 2026? Begini Cara Beli Tiketnya

Hesti mengatakan, membeli beras dengan kualitas super bukan pilihan terbaik. Banyak pertimbangan yang harus ditempuh sebelum belanja beras dengan harga lebih mahal.

Apalagi seorang pengemudi ojol setiap hari harus pintar membagi pendapatan untuk mencukupi berbagai kebutuhan rumah tangga. "Pengeluaran banyak, kalau buat beli beras mahal mikir-mikir," ujarnya.

Pengurus Paguyuban Ojek Online Purworejo (POP) Maryanto, 35, menyambut positif bantuan beras kelas premium dari Bulog dengan harga HET Rp 14.900. Bagi dia, bantuan yang diterima menjadi angin segar karena pendapatan sebagai pengemudi ojol tidak selalu stabil.

Baca Juga: Punya Laboratorium, DLH Kulon Progo Minta SPPG Lakukan Pengujian Kualitas Lingkungan Secara Rutin

 Kondisi membuat pengemudi ojol jarang menikmati beras kualitas premium. "Jarang sekali makan dari beras premium. Mungkin selama ini tidak pernah beli. Mahal soalnya," ujar Maryanto.

Pada kesempatan itu, Maryanto bersama 30 ojol lain menerima bantuan satu kantong beras premium. Menurutnya, meski hanya berisi lima kilogram, bantuan tersebut cukup bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Dia berharap program bantuan ini tetap berlanjut dengan menyasar pekerja sektor informal seperti pegemudi ojol. "Baru pertama kali terima beras premium. Setiap hari umumnya pakai beras biasa," katanya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
bulog beras premium pengemudi ojol Kemiri Purworejo