PURWOREJO - Kondisi warga di Kecamatan Bener yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makanan dari program makan bergizi gratis (MBG) mulai pulih. Keluhan kesehatan yang sebelumnya dirasakan warga berangsur membaik melalui upaya penanganan secara intensif.
Camat Bener Bambang Surtianto mengatakan, warga terdampak MBG kini mulai beraktivitas seperti biasa. Pelajar yang sempat mengalami keluhan kesehatan juga tetap berangkat ke sekolah. Meski demikian, tim medis dari puskesmas masih terus melakukan pemantauan.
"Anak-anak masuk sekolah. Sudah dilakukan pemeriksaan oleh puskesmas ke sekolah-sekolah," ungkapnya kepada Radar Jogja, Selasa (22/9).
Bambang mengatakan, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa juga masih berkoordinasi untuk memastikan tidak ada keluhan lanjutan. Dia pun telah menyampaikan ke desa, jika terdapat warga yang mengalami gejala keracunan untuk segera datang ke layanan kesehatan terdekat.
Baca Juga: Viral Pegawai SPPG Dlingo Olok-Olok Korban Keracunan MBG, Bupati Sentil BGN dan Minta Petugas Fokus
Bambang memastikan seluruh layanan kesehatan terkait peristiwa tersebut dapat diakses secara gratis. "Sampai sore semakin membaik. Belum ada laporan opname, semua tertangani di wilayah masing-masing," katanya.
Sebelumnya, camat Bener melaporkan terdapat 294 orang dari enam desa di Kecamatan Bener mengalami gejala keracunan. Warga merasakan keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
Gejala keracunan kali pertama dirasakan para siswa tiga hari lalu di Desa Guntur. Namun, berselang waktu jumlah penerima MBG yang mengalami keluhan yang semakin bertambah.
Hingga kini penyebab pasti keracunan belum dapat disimpulkan. Namun demikian petugas dari dinas terkait telah melalukan pengambilan sampel makanan sebagai bahan pemeriksaan uji laboratorium. Langkah itu dilakukan guna mencari tahu pasti penyebab keracunan.
Sementara itu, Pemkab Purworejo segera bergerak menanggapi laporan kejadian pasca-pemberian MBG di wilayah Kecamatan Bener. Wabup Dion Agasi Setiabudi memimpin langsung upaya cepat penanganan dugaan kasus keracunan tersebut. Dia bersama rombongan mengecek langsung dapur SPPG Kaliboto 2 Kecamatan Bener.
Dalam tinjauannya, Dion meminta untuk segera dilakukan penutupan sementara terhadap SPPG Kaliboto 2 yang diduga menyebabkan peristiwa keracunan. Instruksi itu disampaikan Dion guna evaluasi lebih lanjut. Dia juga memastikan seluruh tim kini telah dikerahkan untuk penanganan kejadian tersebut. "Ini termasuk pelanggaran berat," tandasnya. (fid/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja