Ratusan Warga di Purworejo Keracunan MBG, SPPG Langsung Ditutup

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB
CEK LAPANGAN: Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersam pejabat terkait melakukan pengecekan langsung ke dapur MBG yang diduga menyebabkan keracunan massal. Dokumentasi Prokompim Purworejo
CEK LAPANGAN: Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi bersam pejabat terkait melakukan pengecekan langsung ke dapur MBG yang diduga menyebabkan keracunan massal. Dokumentasi Prokompim Purworejo

PURWOREJO - Sebanyak  294 orang di Kecamatan Bener, Purworejo dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu makanan program makan bergizi gratis (MBG). Hingga kini petugas dari puskesmas setempat terus melakukan penyisiran dan identifikasi terhadap warga sebagai tindak lanjut kejadian itu.

Camat Bener Bambang Surtianto mengatakan, gejala keracunan kali pertama dirasakan para siswa tiga hari lalu di Desa Guntur. Namun berselang waktu jumlah penerima MBG yang mengalami keluhan kesehatan semakin bertambah. Dari hasil penelusuran dan pendataan, totalnya tercatat nyaris 300 orang. "Sementara sampai dengan siang tadi sudah ada 294 warga," jelasnya, Senin (21/9).

Baca Juga: 413 Siswa, Guru, dan Karyawan SMKN 2 Jogja Keracunan MBG; Diduga dari Ayam Gongso yang Kurang Matang

Disebutkan, para penerima MBG yang terdampak tersebar di enam desa, yakni Desa Guntur, Desa Sendangsari dan Desa Ngasinan. Selain itu, temuan kasus dugaan keracunan juga terjadi di Desa Limbangan, Desa Nglaris dan Desa Sidomukti. Adapun gejala yang dialami warga setelah mengonsumsi menu MBG seperti mual dan sakit perut.

Dia menjelaskan, hingga kini petugas dari kecamatan dan desa terus berkoordinasi untuk pemetaan barangkali jumlah warga terdampak terus bertambah. Warga juga diarahkan untuk segera menjalani penanganan medis ketika merasakan gejala keracunan. "Sudah tertangani. Tidak ada yang rawat inap di puskesmas atau rumah sakit," bebernya.

Hingga kini penyebab pasti keracunan belum dapat disimpulkan. Namun demikian, petugas dari dinas terkait telah melalukan pengambilan sampel makanan sebagai bahan pemeriksaan uji laboratorium. Langkah tersebut dilakukan guna mencari tahu pasti penyebab keracunan.

Sementara itu, Pemkab Purworejo segera bergerak menanggapi laporan kejadian pasca-pemberian MBG di wilayah Kecamatan Bener. Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi memimpin langsung upaya cepat  penanganan dugaan kasus keracunan tersebut. Dia bersaman rombongan mengecek langsung dapur SPPG Kaliboto 2 Kecamatan Bener.

Dalam tinjauannya, Dion meminta untuk segera dilakukan penutupan sementara terhadap SPPG Kaliboto 2 yang diduga menyebabkan peristiwa keracunan. Instruksi tersebut disampaikan Dion guna evaluasi lebih lanjut. Dia juga memastikan seluruh tim kini telah dikerahkan untuk penanganan kejadian tersebut. "Ini termasuk pelanggaran berat," tandasnya.

Baca Juga: 41 Siswa Jadi Korban Keracunan MBG di Kulon Progo, BGN Lakukan Pemberhentian Sementara SPPG Palihan

Dion menyatakan, pemerintah tidak tinggal diam melihat rangkaian peristiwa keracunan akibat MBG. Berbagai upaya terus dilakukan melalui penelusuran dan pemeriksaan lanjutan kepada para korban oleh tenaga medis dari puskesmas. "Dari Puskesmas sudah turun, dan yang paling penting terutama bagi kami keselamatan masyarakat," ucapnya.

Korwil BGN Purworejo Wahyu Kurniawan menjelaskan, pasca temuan kasus dugaan keracunan tersebut telah diterapkan sanksi berupa penghentian sementara atau suspend kepada SPPG Kaliboto 2 Bener Purworejo. Penjatuhan sanksi ini diberikan langsung oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN. "Suratnya sudah keluar per tanggal hari ini 21 September," ungkapnya. (fid/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Sumber : Radar Jogja
Mbg keracunan SPPG Purworejo