MUNGKID - Kebakaran melanda kawasan Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9) sore. Api terpantau muncul di petak 27 wilayah Pagergunung, tepatnya di perbatasan Dusun Temu Kidul dan Dusun Pagergunung. Hingga malam, kobaran api masih terlihat dari permukiman dan belum berhasil dipadamkan.
Sekretaris Masyarakat Peduli Api (MPA) Jogo Geni, Imam Aris Jazuli menuturkan, api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00. Dia menyebut, lokasi kebakaran berada di kawasan yang cukup sulit dijangkau sehingga luas lahan yang terdampak belum dapat dipastikan.
"Kalau luasannya (yang terbakar) belum tahu. Karena areanya sulit dijangkau, sehingga belum bisa dipetakan," kata Imam saat dihubungi.
Baca Juga: Bakteri Ditemukan di Sampel MBG SPPG Patalan 2 Bantul, Dinkes Bantul Pastikan Korban Tak Bertambah
Tim gabungan pun bergerak menuju lokasi setelah mendapat informasi kebakaran. Sekitar 40 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pemantauan. Personel tersebut berasal dari sejumlah unsur, mulai dari relawan hingga TNI dan Polri.
Imam mengatakan, kondisi kebakaran pada malam hari justru membuat kobaran api lebih mudah terlihat dari bawah. "Api kelihatan menyala di lereng gunung, meskipun besaran areal yang terbakar belum dapat dihitung," bebernya.
Namun, lanjut dia, upaya pemadaman menghadapi kendala medan dan kondisi malam. Selain lokasi berada di kawasan tebing, angin pada malam hari juga menjadi faktor yang harus diperhitungkan demi keselamatan petugas.
Baca Juga: Full Pedestrian Malioboro Belum Tentu 24 Jam, Pemprov DIY Hitung Ulang Waktu Bebas Kendaraan
Imam menambahkan, tim yang sebelumnya bergerak ke lokasi juga menghadapi keterbatasan logistik. Persediaan air minum bagi personel mulai menipis, sementara penerangan menjadi persoalan lain karena tidak semua anggota tim membawa senter.
Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Pagergunung, Samhari menambahkan, proses pemadaman tidak bisa dipaksakan ketika kondisi di lapangan semakin berisiko. "Karena anginnya kencang saat malam, kebakarannya juga di tebing. Demi keamanan kita tetap cari safety dulu," lontarnya.
Baca Juga: KPH AKSI Kirim Surat ke MPR Desak Program MBG Dihentikan, Buntut 53 Ribu Kasus Keracunan
Samhari menyebut, lokasi kebakaran berada di petak 27. Namun, dia belum dapat memastikan luasan lahan yang terbakar karena proses pemantauan masih berlangsung.
Hingga malam, sejumlah personel masih berada di posko untuk memantau perkembangan kobaran api. Pemantauan diperlukan untuk melihat arah pergerakan api sekaligus memastikan tidak terjadi perluasan ke kawasan lain. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo