RADAR JOGJA - Kabar duka bagi para pencinta alam yang telah merencanakan pendakian ke Gunung Lawu dalam waktu dekat. Pengelola resmi menutup sementara tiga jalur pendakian utama, yakni Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Cetho, terhitung mulai 14 September 2026 hingga waktu yang belum dapat dipastikan. Kebijakan ini diambil menyusul munculnya titik api dan terjadinya kebakaran hutan di sejumlah area kawasan gunung tersebut.
Penutupan jalur ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan petugas di lapangan, kondisi kawasan Gunung Lawu saat ini masih tergolong rawan akibat kebakaran yang melanda sebagian area hutan. Api yang muncul di beberapa titik dikhawatirkan dapat meluas dan membahayakan keselamatan siapa pun yang berada di jalur pendakian, baik pendaki maupun petugas yang bertugas mengawasi kawasan tersebut.
Pertimbangan keselamatan menjadi alasan utama di balik keputusan penutupan ini. Asap tebal, keterbatasan jarak pandang, hingga potensi api yang bisa merambat sewaktu-waktu menjadi faktor yang membuat aktivitas pendakian berisiko tinggi untuk terus dijalankan dalam kondisi seperti sekarang. Pihak pengelola memilih langkah preventif dengan menutup total akses pendakian ketimbang membiarkan risiko yang bisa mengancam nyawa pendaki.
Bagi para pendaki yang sebelumnya sudah menyusun rencana perjalanan ke Gunung Lawu, baik secara mandiri maupun berkelompok, disarankan untuk menunda dahulu agenda tersebut. Penundaan ini penting dilakukan sampai ada informasi resmi yang menyatakan kondisi kawasan sudah benar-benar aman dan jalur pendakian kembali dibuka untuk umum. Memaksakan pendakian di tengah situasi kebakaran hutan yang belum sepenuhnya terkendali tentu bukan pilihan bijak, mengingat risiko yang mengintai tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat menyulitkan proses evakuasi maupun pemadaman api oleh petugas.
Baca Juga: Pikachu Masuk Dunia Wayang, Pokémon Bawa Budaya Indonesia ke Generasi Muda
Belum ada kepastian mengenai kapan ketiga jalur tersebut akan dibuka kembali, mengingat proses pemadaman dan pemulihan kawasan yang terdampak kebakaran memerlukan waktu serta evaluasi menyeluruh terhadap tingkat keamanannya. Masyarakat maupun calon pendaki diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari pihak pengelola atau otoritas terkait sebelum memutuskan kembali melakukan pendakian ke Gunung Lawu.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan, khususnya di kawasan wisata alam yang kerap dikunjungi wisatawan dan pendaki. Menjaga kelestarian hutan serta mematuhi imbauan resmi terkait penutupan jalur menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah dampak yang lebih luas, baik bagi ekosistem gunung maupun keselamatan para pengunjungnya.
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber