Layang-Layang Tak Sekadar Permainan, Paremono Kite Festival Bidik Wisata dan Ekonomi Kreatif

Naila Nihayah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 21:45 WIB
MENGUDARA: Bupati Magelang menerbangkan layang-layang sebagai pembuka festival, Sabtu (12/9). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
MENGUDARA: Bupati Magelang menerbangkan layang-layang sebagai pembuka festival, Sabtu (12/9). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MUNGKID - Permainan layang-layang dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di Desa Paremono, Mungkid, Kabupaten Magelang. Pengembangan itu diwujudkan melalui Paremono Kite Festival (PKF) 2026 yang digelar untuk ketiga kalinya pada 12-13 September.

Festival tersebut juga telah masuk dalam kalender event Kabupaten Magelang. Ratusan peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian, sekaligus membuka peluang promosi potensi wisata dan kreativitas warga Paremono kepada masyarakat yang lebih luas.

Ketua Panitia PKF 2026 Andi Dwi Kurniawan mengatakan, festival tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi layang-layang. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya menghidupkan kembali permainan tradisional sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Event ini bukan sebagai ajang kompetisi dan pelestarian budaya main layang-layang saja, tapi wadah potensi pariwisata dan menggerakkan ekonomi kreatif," kata Andi di sela pembukaan, Sabtu (12/9).

Baca Juga: Muncul Lima Titik Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kebumen dalam Sepekan

Menurut Andi, kreativitas menjadi salah satu kekuatan dalam festival tersebut. Peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan menerbangkan layang-layang, tetapi juga menampilkan beragam bentuk, desain, dan karya.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi Paremono dan Kabupaten Magelang. Festival diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi lokal melalui kegiatan yang berbasis budaya dan kreativitas masyarakat.

Andi berharap PKF dapat menjadi salah satu cara agar permainan tradisional tetap diminati di tengah kuatnya dominasi hiburan digital. "Kami berharap dapat memajukan kreativitas, olahraga tradisional, dan mendongkrak pariwisata Kabupaten Magelang," ujarnya.

Dampak festival juga diarahkan tidak berhenti pada kegiatan layang-layang. Panitia melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan keramaian festival sebagai pasar bagi produk lokal.

Baca Juga: Bocah Tujuh Tahun Ditemukan Hanyut di Sungai Winongo Kecil, Meninggal karena Tenggelam

Beragam produk UMKM disajikan kepada peserta dan pengunjung. Dengan demikian, tingginya kunjungan selama festival diharapkan turut memberikan manfaat ekonomi bagi warga yang terlibat.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji menilai, festival berbasis potensi lokal seperti PKF perlu terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana memperkenalkan potensi daerah.

Grengseng berharap dampak festival dapat dirasakan dalam jangka lebih panjang, tidak hanya selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keberlanjutan manfaat bagi warga Paremono dan pelaku usaha perlu menjadi bagian dari pengembangan festival ke depan. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Paremono Kite Festival (PKF) 2026 Paremono Kite Festival PKF 2026 layang-layang Kabupaten Magelang