Seluruh kebakaran telah berhasil ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Meski demikian, kondisi kemarau panjang membuat risiko kebakaran lahan meningkat, terutama di kawasan dengan vegetasi dan tanah yang kering.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kondisi kemarau panjang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.
Baca Juga: FKY 2026 Dibuka Tak Biasa, Kunto Aji Nembang Macapat dan HB X Baca Geguritan
Terlelbih, terdapat beberapa faktor yang membuat kebakaran lahan semakin parah. Di antaranya hembusan angin kencang memicu titik api terus meluas. Petugas juga mengalami kendala akses karena dari beberapa kejadian lokasi sulit dijangkau mobil pemadam. Konsekuensinya upaya penanganan dilakukan secara manual. "Petugas dan warga harus berjalan kaki. Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia," ucapnya Minggu (13/9).
Dia pun turut merinci kebakaran yang terjadi sejak Senin (7/9) di dekat kompleks Singapatra, Kelurahan Kebumen. Peristiwa berlangsung sekira pukul 13.00. Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran daun kering. Api kemudian menjalar ke area pembuangan sampah di sekitar makam. Beruntung situasi ini segera tertangani sebelum kobaran api meluas ke permukiman warga.
Baca Juga: Meriah! Pemkab Kulon Progo Siapkan Konser Guyon Waton hingga Manunggal Fair untuk Hari Jadi ke-75
Kebakaran kembali terjadi Selasa (8/9) di kawasan hutan milik Perhutani di Desa Ayah, Kecamatan Ayah. Lokasi kebakaran ini hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga. Butuh waktu 4 jam untuk penanganan kebakaran tersebut. “Polisi mencatat total luas area lahan berisi pohon jati yang terbakar mencapai 2 hektare,” rincinya.
Selain itu, kebakaran di lahan milik Perhutani di Desa Karanggayam terjadi Rabu (9/9). Peristiwa ini mengakibatkan 0,4 hektare lahan hangus terbakar. Lalu, pada Kamis (10/9) kebakaran dilaporkan terjadi di Blok Mertelu, Desa Penimbun, Kecamatan Karanggayam. Luas lahan Perhutani yang terbakar sekitar 0,5 hektare. Di akhir pekan, kejadian serupa terjadi di lahan milik warga di Dukuh Cengek, Desa Pohkumbang, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (12/9). “Membakar lahan seluas sekitar 1.205 meter persegi,” sebutnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita