RADAR JOGJA - Di tengah kesedihan yang mendalam, sebuah gestur sederhana dari negeri Sakura mampu menghangatkan hati banyak orang. Seorang pemimpin perusahaan Jepang memilih hadir secara langsung di rumah duka karyawannya yang meninggal dunia (11/9/2026). Momen itu terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, dan segera menyebar luas.
Tsuneaki Kubo, Presiden sekaligus CEO Toda Kogyo Corp., menempuh perjalanan jauh untuk melayat Indra Kurniawan. Indra adalah pekerja migran Indonesia yang gugur akibat kecelakaan kerja di pabrik cabang perusahaan tersebut di Otake, Hiroshima. Kehadiran pimpinan tertinggi perusahaan menjadi bentuk penghormatan terakhir yang tulus.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kedatangan seorang bos dari Jepang tentu membawa arti tersendiri. Di saat mereka sedang diliputi duka, ada sosok yang datang bukan hanya sekadar formalitas, melainkan dengan rasa empati yang nyata. Kubo tidak hanya mengirimkan pesan atau perwakilan, tetapi hadir secara pribadi.
Toda Kogyo Corp. dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang material magnetik dan kimia. Di tengah kesibukan mengelola bisnis internasional, keputusan sang CEO untuk meluangkan waktu ke Indonesia menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang masih dijunjung tinggi. Tindakan ini mencerminkan budaya kerja Jepang yang menghargai setiap individu.
Warganet segera memberikan respons positif. Banyak yang mengaku terharu dan memberikan pujian. Beberapa komentar menyebut tindakan tersebut “luar biasa” dan “penuh rasa hormat”. Ada pula yang membandingkannya dengan sikap pemimpin di tempat lain, menyoroti perbedaan dalam cara menghargai karyawan.
Baca Juga: Dari Medan ke Sharjah, Kini Menanam Ilmu di Jogja, Kisah Hans Christian, Atlet Tembak Inspiratif
Kehadiran Kubo juga menjadi pendampingan emosional bagi keluarga Indra. Di rumah duka, suasana yang biasanya dipenuhi kesedihan mendapat sedikit kehangatan dari gestur manusiawi ini. Keluarga merasakan bahwa perusahaan tidak meninggalkan mereka begitu saja setelah musibah terjadi.
Banyak orang melihat momen ini sebagai pengingat penting. Di balik angka-angka produktivitas dan target perusahaan, masih ada manusia dengan keluarga, harapan, dan rasa kehilangan. Tindakan Kubo seolah berbicara lantang bahwa karyawan adalah bagian berharga, bukan sekadar tenaga kerja.
Indra Kurniawan meninggalkan kenangan sebagai pekerja keras yang merantau demi keluarga. Kecelakaan di pabrik Hiroshima mengakhiri perjalanannya terlalu dini. Namun, penghormatan terakhir dari atasannya membuat kisahnya tidak hanya berakhir dalam kesedihan semata.
Di media sosial, video dan foto momen tersebut banyak dibagikan. Orang-orang dari berbagai kalangan mengungkapkan rasa kagum. Ada yang berdoa agar keluarga diberi kekuatan, ada pula yang mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik. Semangat saling menghargai antarnegara ikut menguat lewat peristiwa ini.
Baca Juga: Ketua Komisi D DPRD Kota Jogja Berkomitmen Perjuangkan Kesejahteraan dan Perlindungan Kader Posyandu
Budaya Jepang yang dikenal disiplin dan penuh rasa hormat kembali terlihat jelas. Kubo datang bukan sebagai atasan yang dingin, melainkan sebagai manusia yang peduli. Sikap itu membuat banyak orang Indonesia merasa bangga sekaligus terharu melihat bagaimana pekerja migran dihargai.
Kisah ini menjadi cermin bagi dunia kerja di mana pun. Ketika sebuah perusahaan menunjukkan empati nyata, dampaknya jauh lebih besar daripada sekadar pernyataan resmi. Kehadiran fisik di rumah duka mampu menyentuh hati lebih dalam daripada kata-kata.
Semoga keluarga Indra Kurniawan selalu diberi ketabahan. Dan semoga gestur seperti yang dilakukan Tsuneaki Kubo terus menginspirasi lebih banyak pemimpin untuk menempatkan kemanusiaan di atas segalanya.
(https://vt.tiktok.com/ZSq5QXVpg/)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber