RADAR JOGJA — Kasus pencurian sepeda motor di kawasan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, menyisakan cerita tak biasa. Sepeda motor Honda Vario milik guru SMP Negeri 8 Semarang, M. Benny Priaaji, yang sebelumnya dibawa kabur, justru ditemukan kembali sekitar tiga hari setelah kejadian.
Motor tersebut dikembalikan ke lokasi yang tidak jauh dari tempat awal pencurian pada Senin (31/8/2026) dini hari. Namun, bukan hanya kendaraan yang membuat kejadian tersebut menjadi perhatian.
Di bagian jok motor, ditemukan secarik surat yang diduga ditinggalkan oleh orang yang membawa kabur kendaraan tersebut. Isinya berupa permintaan maaf kepada Benny selaku pemilik motor dan Kadar Lusman atau Pilus, tokoh masyarakat setempat.
Dalam surat tersebut, penulis mengaku sedang dalam kondisi mabuk saat kejadian. Dia juga menyebut sempat panik karena merasa akan dikejar atau dikerumuni warga.
Berdasarkan keterangan warga, peristiwa itu diduga bermula dari percobaan pencurian sepeda motor di kawasan Dondong, Wonosari. Aksi tersebut disebut gagal setelah motor yang digunakan pelaku terjatuh ke selokan.
Baca Juga: Medan Diguyur Hujan Lagi, Beberpa wilayah Mulai Teregang Banjir
Pelaku kemudian diduga melarikan diri setelah aksinya diketahui warga. Dalam perjalanan menuju Mangkang Wetan, orang tersebut diduga kembali melakukan pencurian dengan membawa motor milik Benny yang saat itu terparkir di rumah rekannya.
Rangkaian kejadian tersebut turut ditelusuri melalui rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi. Rekaman itu menjadi salah satu petunjuk dalam mengungkap perjalanan motor sejak dibawa kabur hingga akhirnya dikembalikan.
Meski sepeda motor telah kembali kepada pemiliknya, persoalan tersebut belum serta-merta berakhir. Polisi masih melakukan penelusuran terhadap orang yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.
Kasus ini sekaligus menunjukkan bahwa mengembalikan barang yang telah dicuri tidak otomatis menghapus konsekuensi hukum dari dugaan tindak pidana. Meski demikian, surat permintaan maaf yang ditinggalkan bersama motor membuat peristiwa tersebut memiliki cerita berbeda dan menjadi perhatian masyarakat Semarang.
Editor : Bahana.