KEBUMEN - Kebakaran kembali melanda kawasan hutan milik Perum Perhutani. Kali ini kebakaran terjadi di area hutan berisi tanaman pohon jati di Desa Ayah, Kecamatan Ayah, Selasa malam (8/9). Dalam peristiwa tersebut kobaran api dilaporkan membakar area hutan seluas sekitar 2 hektare.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, titik api pertama diketahui sekitar pukul 18.30. Lokasi kebakaran hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman penduduk.
Beruntung penanganan segera dilakukan sehingga tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Kewaspadaan harus ditingkatkan karena lokasi kebakaran dekat dengan pemukiman," ujarnya, Rabu (9/9).
Baca Juga: Disdikpora Bantul Targetkan Revitalisasi 114 Sekolah Rampung Desember
Berdasarkan hasil asesmen polisi, api pertama kali diketahui warga setempat di kawasan hutan Petak 43. Setelah menerima laporan petugas dari Polsek Ayah, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Perhutani, perangkat desa dan warga langsung mendatangi lokasi kebakaran. Upaya pemadaman api kemudian dilakukan dengan peralatan sederhana.
Dalam peristiwa itu api berasal dari area perbatasan hutan bagian bawah. Kondisi angin cukup kencang serta banyaknya daun jati kering membuat api cepat menjalar.
Kobaran kemudian merambat ke bagian atas dan samping kawasan hutan. Sekitar pukul 23.30, api dilaporkan telah berhasil dipadamkan. "Petugas dan warga harus bekerja hingga beberapa jam untuk memastikan kobaran tidak meluas," jelas kapolres.
Baca Juga: Sampah Sempat Menumpuk, Tambah Sembilan Trash Barrier di Perbatasan Kota Jogja
Meski api telah padam, petugas terus melakukan pemantauan sebagai antisipasi kemunculan titik api susulan. Monitoring intensif dilakukan karena kawasan hutan tersebut cukup berdekatan dengan area permukiman warga. Tidak ada laporan rumah warga terbakar maupun korban dalam kejadian tersebut. Kerugian material juga belum dapat ditaksir.
Sebelumnya, Sabtu (5/9) lahan seluas 1,5 hektare milik Perhutani di wilayah Kecamatan Karanggayam terbakar hebat. Kobaran api membakar vegetasi kering dan pohon pinus yang berada di petak 158 A1 RPH Pagebangan.
Beruntung api segera dipadamkan sehingga tidak meluas ke area permukiman warga. Polisi menyebut kebakaran diduga berkaitan kemarau panjang yang membuat vegetasi di kawasan tersebut mudah terbakar. Kondisi angin kencang juga membuat kobaran api cepat merambat ke bagian lahan lain. (fid)
Editor : Heru Pratomo