Sasar Takmir hingga ASN, Nama Sekda Kebumen Dicatut untuk Penipuan

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 03:30 WIB
Sekda Kebumen Edi Rianto
Sekda Kebumen Edi Rianto

 

 

 

KEBUMEN - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen Edi Rianto menjadi sasaran modus penipuan. Dalam aksinya pelaku menyaru menggunakan nama dan foto sekda pada profil WhatsApp (WA). Aksi penipuan mengatasnamakan Sekda ini terjadi dengan modus pencairan bantuan hibah hingga promosi jabatan.

Edi mengaku sudah dua pekan terakhir menerima banyak aduan soal modus penipuan yang mencatut dirinya. Dia menyebut, aksi itu dilakukan menyasar takmir masjid, perangkat desa hingga ASN dengan modus beragam.

Dia menegaskan, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. "Jangan mudah percaya dengan modus seperti itu. Tetap waspada," katanya Senin (7/9).

Baca Juga: Lakukan Paper Test Imbas Aktivitas Erupsi, Paparan Abu Vulkanik di Bandara Adisutjipto Nihil

Pelaku dengan lihai menyasar korban dengan modus pemberian hibah dari pemerintah daerah. Kemudian, korban diminta untuk mengembalikan dana ke rekening tertentu dengan alasan kelebihan nominal transfer.

Modus lain yang digunakan pelaku yakni meminta korban segera mengirim sejumlah uang sebagai pajak pencairan dana bantuan hibah. "Kalau ada kekeliruan, sistem bank debit ulang otomatis. Bukan warga diminta mengembalikan manual," ucapnya.

Selain modus pencairan dana hibah, pelaku juga memanfaatkan nama Sekda untuk menjanjikan kemudahan mutasi atau promosi jabatan ASN.

Baca Juga: WJNC 2026, Pastikan Cerita Wayang Bisa Dinikmati Maksimal: Pemkot Pindah Lokasi Gelaran di Sini

Edi pun mengimbau agar ASN tidak tergiur dengan iming-iming tersebut karena pemerintah daerah telah menerapkan sistem meritokrasi dalam manajemen kepegawaian. Segala kebijakan terkait tugas pegawai dilakukan berbasis kinerja dan kebutuhan organisasi secara digital.

Edi menegaskan, sejauh ini dirinya tidak pernah menghubungi warga, pengurus tempat ibadah maupun aparatur desa untuk urusan penganggaran, hibah ataupun kepegawaian.

Menindaklanjuti pencatutan namanya, dia telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri dan menindak tegas para pelaku. "Masyarakat perlu verifikasi. Jangan terburu-buru bertindak kalau terima pesan mencurigakan," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
WhatsaApp takmir masjid Penipuan sekda kebumen Edi Rianto