MUNGKID – Sedikitnya ada 300 domba dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Lapangan Kelurahan Secang, Sabtu (5/9). Bukan untuk diperdagangkan, melainkan bersaing dalam perhelatan Kontes Domba Nasional Piala Bupati Magelang 2026.
Ajang yang digelar Pemkab Magelang bersama Asosiasi Peternak Kambing Domba Secang-Grabag itu mempertemukan domba-domba unggulan dari sejumlah sentra peternakan.
Kontes ini menjadi satu cara untuk mendorong peternak meningkatkan kualitas ternak, terutama dari sisi genetik. Terlebih kualitas indukan dan pejantan menjadi bagian penting dalam menghasilkan keturunan domba yang unggul.
Baca Juga: Pohon Pinus di Lahan 1,5 Hektare Milik Perhutani di Kebumen Terbakar
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang Joni Indarto memberikan apresiasi terhadap peternak perlu diberikan agar mereka terdorong terus melakukan pengembangan dan inovasi. "Genetika yang baik tentu ditentukan oleh pejantan yang unggul," ujar Joni.
Ketua Panitia Kontes Domba Nasional Piala Bupati Magelang 2026, Muhammad Imam Setya mengatakan, proses penilaian dilakukan secara bertahap. Domba yang datang tidak langsung masuk ke penilaian akhir.
Tim terlebih dahulu melakukan pengukuran dan penilaian awal terhadap sejumlah parameter fisik, seperti bobot, panjang, tinggi, dan lebar badan.
Baca Juga: Nasib Berbeda Dialami Dua Tim DIY di Awal Super League; PSIM Satu Poin, PSS Rela Telan Kekalahan
"Selanjutnya, para peserta disaring masuk ke area paddock untuk penilaian akhir oleh tim juri guna menentukan kontestan terbaik," katanya.
Tahapan tersebut, lanjut dia, membuat domba yang lolos ke babak akhir harus melewati proses seleksi berdasarkan kondisi fisiknya. Penilaian kemudian berlanjut di area paddock untuk menentukan domba yang dianggap paling memenuhi kriteria pada masing-masing kelas.
Namun, menurutnya, nilai utama dari kontes tersebut tidak berhenti pada hadiah. Pertemuan peternak dari berbagai daerah juga membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai pemeliharaan, pembibitan, hingga pengembangan kualitas genetik domba. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo