KEBUMEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen selama periode Agustus 2026 telah mendistribusikan 155 tangki atau setara 695 ribu liter air bersih. Jumlah bantuan air bersih tersebut menjangkau 33.057 jiwa penerima manfaat.
Berdasar rekapitulasi, bantuan air yang dikirim BPBD Kebumen menyasar 30 desa yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau. Adapun sumber anggaran pengadaan bantuan tersebut berasal dari APBD dan dana sosial berbagai perusahaan.
Jika diklasifikasi, hingga akhir Agustus 2026 terdapat 10.043 kepala keluarga atau KK di Kebumen yang menjadi penerima bantuan air bersih.
Baca Juga: Bukan Sekadar Usia, 3 Kebiasaan Modern Ini Disebut Bisa Mempercepat Penuaan Tubuh
Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto menyampaikan, pengiriman bantuan air bersih masih terus dilakukan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dia memastikan ketersediaan anggaran daerah untuk mencukupi kebutuhan air bersih saat ini masih memadai sampai tiba musim penghujan.
BPBD sendiri juga telah menyiapkan alokasi anggaran sedikitnya untuk pengadaan 1.400 tangki air bersih. "Untuk bantuan masih ada. Ketika menyusut atau habis, pakai di anggaran perubahan," jelasnya kepada Radar Jogja, Selasa (1/9).
Heri menyebut, dari 26 kecamatan yang ada, 12 kecamatan di antaranya telah terlayani bantuan air bersih. Per Agustus lalu, wilayah paling parah terdampak kekeringan yaitu Kecamatan Karanggayam.
Baca Juga: Digelar Tiga Hari di GOR UNY, YOT VI 2026 Jadi Kawah Candradimuka Pembinaan Karateka Usia Dini
Terdapat delapan desa di kecamatan tersebut yang bergantung pada bantuan air bersih. "Mayoritas bantuan dikirim ke desa di wilayah perbukitan," ucapnya.
Kepala Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam Murtini mengatakan, kondisi kekeringan semakin parah seiring memasuki puncak musim kemarau. Masyarakat tak mampu berbuat banyak setelah sumber mata air menyusut akibat musim kemarau. Konsekuensinya mereka mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan harian.
Khusus di desanya, terdapat sedikitnya 280 KK atau 1.000 jiwa dari sembilan padukuhan yang merasakan dampak kekeringan. Sejauh ini pengiriman bantuan air bersih menjadi solusi untuk mencukupi pasokan air masyarakat. "Surat permohonan bantuan air kami kirim ke BPBD karena warga butuh," jelasnya. (fid)