KEBUMEN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kebumen menyiapkan dana senilai total Rp 856 juta untuk beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. Saat ini Baznas sedang melakukan seleksi secara bertahap sebelum menentukan kandidat penerima beasiswa.
Ketua Baznas Kebumen Mahmud Fauzi menyampaikan, alokasi dana beasiswa diambil dari perolehan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Program beasiswa sendiri hadir untuk menjawab persoalan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi lebih tinggi.
"Semoga perolehan ZIS terus meningkat, sehingga mampu memberi manfaat lebih banyak," ujarnya saat monitoring seleksi beasiswa di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Kebumen, Kamis, (27/8).
Baca Juga: Di DIY Ada 12 Risiko Bencana, Penyandang Disabilitas Alami Kerentanan Berlapis saat Hadapi Bencana
Dia bersyukur program beasiswa yang bergulir disambut antusias masyatakat. Terbukti, total pendaftar program beasiswa ini mencapai 558 orang. Mereka terdiri dari kelompok pelajar jenjang menengah atas atau SMA dan mahasiswa. Selain itu program tersebut juga diikuti kalangan tahfidz atau penghafal Alquran dan tenaga pendidik keagamaan.
Mahmud menegaskan, pemberian beasiswa lewat perolehan ZIS merupakan bentuk komitmen Baznas Kebumen di sektor pendidikan. Adapun penentuan penerima beasiswa akan dilakukan berdasar hasil seleksi berjenjang, mulai dari administrasi, tertulis hingga tahap wawancara. "Dari 558 pendaftar, sebanyak 470 peserta lolos seleksi administrasi dan hari ini mengikuti tes tertulis," jelasnya.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani berpesan peserta yang mengikuti seleksi untuk memanfatkan program beasiwa dengan baik. Ia merespon positif program tersebut karena memiliki arti besar sebagai bentuk investasi sumber daya manusia.
Baca Juga: Kesan Ondrej Rudzan Jalani Petualangan Pertama di Indonesia Bersama PSIM Jogja
Menurutnya, pengembalian dana ZIS dalam bentuk program beasiswa membuka kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk menggapai cita-cita. "Banyak anak sebenarnya punya potensi dan kemampuan besar, tetapi terpaksa berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi," ucapnya.
Lilis menekankan agar peserta mengikuti seleksi dengan penuh tanggungjawab dan percaya diri. Lewat program inisiasi Baznas itu diharapkan dapat merubah nasib lewat jalur pendidikan. "Datanglah dengan niat menunjukkan kemampuan terbaik," pesannya. (fid)
Editor : Heru Pratomo