MUNGKID - Industri kendaraan listrik komersial mulai didorong menjadi bagian dari penguatan manufaktur dalam negeri dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Sebab transisi ke kendaraan listrik tidak hanya menyangkut pengurangan emisi kendaraan.
Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Go-See and Pitch yang digelar Kadin Indonesia melalui Kadin Indonesia Institute (KII) di fasilitas perakitan PT VKTR Sakti Industries (VKTS), Magelang, Jumat (28/8). Program Go-See and Pitch menggabungkan kunjungan langsung ke fasilitas industri dengan sesi pemaparan dan penjajakan bisnis.
Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Erika M Hamizar menjelaskan, elektrifikasi kendaraan komersial memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar menekan emisi sektor transportasi.
Baca Juga: 99 Persen Tercacah, Sensus Ekonomi Gunungkidul Dikebut
"Berkembangnya industri kendaraan listrik dapat menciptakan efek berantai terhadap industri nasional mulai dari manufaktur, pengembangan teknologi, hingga rantai pasok," paparnya.
Karena itu, pengembangan kendaraan listrik perlu ditempatkan dalam dua agenda sekaligus, yakni dekarbonisasi dan industrialisasi. Keduanya dinilai dapat berjalan beriringan jika pengembangan industri nasional mampu meningkatkan penggunaan teknologi dan nilai tambah di dalam negeri.
mengatakan, transformasi menuju ekonomi hijau tidak boleh dipisahkan dari agenda pertumbuhan ekonomi."Pembangunan ekonomi tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus berjalan seiring dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," ujarnya.
Baca Juga: Wisata Pantai dan Kafe Viral Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Kulon Progo Hingga 1,8 Juta Orang
Menurut Jumhur, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya perlu memiliki arah yang sama dalam mendorong ekonomi berkelanjutan. Sehingga transformasi industri tidak berhenti pada pertumbuhan, tetapi juga menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
"Selain itu, kami juga ingin memperkuat daya saing, dan tetap harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan dan mencapai target-target keberlanjutan," kata Jumhur.
Baca Juga: Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Anindya Novyan Bakrie menuturkan, pemerintah membutuhkan dukungan dunia usaha agar berbagai agenda pembangunan. Termasuk target net zero emission, dapat dijalankan secara nyata.
"Kadin Indonesia senantiasa berkomitmen menjadi fasilitator dan enabler dalam mendukung berbagai program pemerintah dan menerjemahkannya melalui sinergi bersama dunia usaha," bebernya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo