Ayam Potong di Magelang Tembus Rp 45 Ribu Per Kg, Penyebabnya Biaya Produksi hingga SPPG

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:06 WIB
Seorang pedagang melayani pembeli yang hendak membeli daging ayam di lapaknya, Kamis (27/8).

 
Seorang pedagang melayani pembeli yang hendak membeli daging ayam di lapaknya, Kamis (27/8).  

 

 

MAGELANG - Harga daging ayam ras di Pasar Rejowinangun melonjak hingga sekitar Rp 45 ribu per kilogram (kg). Kenaikan terjadi bertepatan dengan kembali aktifnya kegiatan sekolah dan meningkatnya permintaan daging ayam seiring beroperasinya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Pedagang ayam di Pasar Rejowinangun, Nora mengatakan, harga ayam mulai bergerak naik sejak anak-anak kembali masuk sekolah. Bahkan, kenaikan sudah terasa beberapa hari sebelum aktivitas sekolah dimulai.

Dia menyebut, dalam kurun sekitar dua pekan terakhir, harga ayam telah naik hampir Rp 10 ribu per kg. "Lima hari sebelum anak-anak masuk sekolah itu sudah naik sekitar Rp 5.500. Sampai hari ini kenaikan total hampir Rp 10 ribu," katanya, Kamis (27/8).

Baca Juga: Kabar Baik! Setiap Kalurahan di Sleman Dapat Rp 100 Juta, Bisa Perbaiki Jalan 200 Meter

Harga tersebut, kata dia, membuat ayam potong kini dijual sekitar Rp 45 ribu per kg. Dia mengatakan, kenaikan harga itu hampir menyamai saat periode Lebaran yang sempat menyentuh hingga Rp 50 ribu per kg.

Nora menilai, kenaikan harga ayam tidak hanya disebabkan meningkatnya permintaan. Biaya produksi, terutama pakan ternak, turut menjadi faktor yang mendorong harga daging ayam naik.

Menurut dia, sebagian bahan baku pakan masih bergantung pada pasokan dari luar negeri. Perubahan nilai tukar kemudian ikut memengaruhi biaya produksi. 

Baca Juga: Wawali Wawan Harmawan Daftarkan Diri Ikut Bursa Pemilihan Ketum Askot PSSI Kota Jogja

"Faktor utama kenaikan harga ayam terlalu tinggi, pertama karena pakan. Pakan Indonesia impor dari luar negeri. Kita bayarnya pakai kurs dolar," jelasnya. Selain biaya pakan, Nora juga melihat, ada peningkatan kebutuhan ayam sejak program makan bergizi gratis (MBG) berjalan. "Faktor kedua, harga naik melambung karena MBG.”

Sementara itu, warga Kampung Jaranan, Hanani mengaku, kenaikan harga membuat dirinya enggan berbelanja ayam. Namun, kebutuhan tetap membuatnya membeli. Hanani membeli sekitar dua kg bagian dada ayam. Harga yang dia dapat sekitar Rp 42 ribu per kg. "Malas beli, tapi tetap harus beli," paparnya.

Baca Juga: CJIBF 2026 Buka Peluang Investasi Rp19,07 Triliun Mengalir ke Jateng

Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang Budi Imam Hakim menyebut, satu pemicunya adalah mulai beroperasinya SPPG. "Permintaan daging ayam semenjak anak sekolah memang ditengarai meningkat karena mulai beroperasinya SPPG," kata Imam.

Namun, berdasarkan pemantauan tim lapangan, harga ayam di sejumlah titik belum seragam dengan harga yang dikeluhkan pedagang Pasar Rejowinangun. Dia menyebut, harga daging ayam di kisaran Rp 37 ribu - Rp 38 ribu per kg.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan harga di tingkat pedagang dapat bervariasi, bergantung pada lokasi dan kondisi pasar. "Memang ada yang menjual Rp 20 ribu per setengah kg, jatuhnya Rp 40 ribu per kg," ujarnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
jaranan DPPKUM Kota magelang Magelang Ayam Potong SPPG