MAGELANG - Sebanyak 37 remaja Kota Magelang adu gagasan untuk menjadi Duta Generasi Berencana (GenRe) 2026. Mereka ditantang menunjukkan kemampuan, kepedulian, dan gagasan dalam menghadapi persoalan remaja, mulai pernikahan usia dini, penyalahgunaan napza, hingga seks bebas.
Ajang tersebut digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang melalui Malam Puncak Apresiasi Duta GenRe dan Ajang Kreativitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) 2026 di GKU dr HR Suparsono, Untidar.
Sebanyak 21 remaja putri dan 16 putra mengikuti rangkaian seleksi. Selain peserta individu Duta GenRe, kompetisi juga melibatkan 13 kelompok PIK-R. Dari proses tersebut, 10 pasang finalis melaju ke malam puncak untuk memperebutkan gelar Duta GenRe Kota Magelang 2026.
Baca Juga: Demo 27 Agustus, Ada Pergerakan Massa Jogja ke Senayan? Ini Kata Polda DIY...
Ketua pelaksana Cahya Wiji Mahardika mengatakan, seleksi tidak sekadar mencari pemenang. Proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan agar peserta mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke lingkungan pergaulan masing-masing.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Provinsi Jawa Tengah Rusman Efendi mengatakan, PIK-R harus menjadi ruang yang benar-benar hidup bagi remaja. Program GenRe, menurutnya, harus tumbuh dari kebutuhan dan keterlibatan remaja. “Program GenRe melalui PIK-R ini adalah program dari, oleh, dan untuk remaja,” ujar Rusman.
Baca Juga: Kemhan Buka Suara Soal Viral Kadet Mungundurkan Diri, Unhan RI Resmi Izinkan Mahasiswi Berhijab
Dia menyebut, tiga persoalan utama yang perlu mendapat perhatian dalam pembinaan remaja, yakni pernikahan usia dini, penyalahgunaan napza, dan seks bebas. Peran penggerak sebaya menjadi penting agar edukasi mengenai persoalan tersebut dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian remaja.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, gelar Duta GenRe harus dibarengi tanggung jawab. Remaja terpilih diharapkan tidak sekadar membawa gelar, tetapi menjadi teladan dan penggerak bagi teman sebayanya.
“Jadikan gelar ini sebagai amanah untuk menjadi teladan, teman sebaya, dan penggerak bagi remaja lainnya,” kata Damar. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita