Umbul Tirtomulyo: Jejak Tradisi Padusan dan Sejarah di Desa Kemasan

Fibrian Putri Heragung • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Umbul Tirtomulyo.
Umbul Tirtomulyo.

 RADAR JOGJA – Kabupaten Boyolali, dikenal memiliki sejumlah sumber mata air yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat. Salah satu di antaranya adalah Umbul Tirtomulyo yang berada di Desa Kemasan. Bagi warga setempat, keberadaan umbul tidak hanya berhubungan dengan kebutuhan akan air, tetapi juga menyimpan cerita mengenai tradisi dan kehidupan sosial masyarakat.

Salah satu tradisi yang memiliki keterkaitan dengan Umbul Tirtomulyo adalah padusan menjelang datangnya bulan Ramadan. Dalam budaya masyarakat Jawa, padusan dikenal sebagai kegiatan membersihkan diri sebelum menjalankan ibadah puasa. Tradisi tersebut umumnya dilakukan dengan mendatangi sumber mata air yang telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat.

Umbul Tirtomulyo menjadi salah satu tempat yang mempunyai kaitan dengan kebiasaan tersebut. Dalam sejumlah catatan mengenai kebudayaan di Kabupaten Boyolali, Tirtomulyo disebut sebagai salah satu situs yang berhubungan dengan kegiatan bersih diri sebelum memasuki bulan Ramadan.

Baca Juga: Libur Nasional Maulid Nabi Muhammad SAW, Penumpang KAI Daop 6 Jogjakarta Naik 23 Persen

Tradisi padusan di Tirtomulyo pada masanya juga menjadi bagian dari kegiatan masyarakat menjelang Ramadan. Warga datang dan berkumpul di sekitar kawasan umbul untuk menjalankan tradisi sekaligus mengikuti berbagai aktivitas yang dilaksanakan bersama. Hal ini menunjukkan bahwa umbul tidak hanya berfungsi sebagai sumber air, tetapi juga menjadi tempat interaksi dan berkumpulnya masyarakat.

Kehadiran tradisi tersebut memperlihatkan eratnya hubungan antara masyarakat dengan sumber mata air yang berada di lingkungan mereka. Air tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, tetapi sumber mata air juga memiliki fungsi sosial dan budaya ketika berbagai tradisi masyarakat dilaksanakan.

Selain menyimpan cerita mengenai padusan, Umbul Tirtomulyo juga memiliki catatan sejarah. Keberadaannya dikaitkan dengan masa Pakubuwono X dan tercatat dalam pendataan situs kebudayaan di Kabupaten Boyolali. Catatan tersebut menambah nilai sejarah yang melekat pada keberadaan umbul di Desa Kemasan.

Penelitian mengenai tradisi padusan dan kungkum di Boyolali juga mencantumkan Tirtomulyo sebagai salah satu umbul yang memiliki hubungan dengan kebiasaan masyarakat. Catatan tersebut semakin memperkuat gambaran bahwa sumber mata air di Boyolali memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam aspek sosial dan budaya.

Baca Juga: Usung Sleman Style, Pieter Huistra Ingin Lawan Beradaptasi dengan Gaya Bermain PSS Sleman

Hingga kini, Umbul Tirtomulyo masih menjadi salah satu sumber mata air yang berada di Kecamatan Sawit. Keberadaannya menjadi bagian dari lingkungan masyarakat Desa Kemasan sekaligus menyimpan berbagai cerita yang diwariskan dan berkembang dari waktu ke waktu.

Umbul Tirtomulyo menunjukkan bahwa sebuah sumber mata air dapat memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat memperoleh dan menikmati air. Di dalamnya terdapat jejak hubungan masyarakat dengan alam, tradisi padusan, serta cerita sejarah yang menjadikan Tirtomulyo sebagai bagian dari perjalanan budaya masyarakat di Kabupaten Boyolali.

 

( FIBRIAN PUTRI HERAGUNG )

S umber: Berbagai Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Umbul padusan ramadhan ramadan Boyolali