Terjerat Benang Layangan, Damkar Kabupaten Magelang Selamatkan Burung Hantu

Naila Nihayah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Petugas damkar berhasil menyelamatkan seekor burung hantu yang terjerat benang layang-layang, Selasa (25/8).
Petugas damkar berhasil menyelamatkan seekor burung hantu yang terjerat benang layang-layang, Selasa (25/8).

 



MUNGKID - Benang layang-layang yang tersangkut di pohon mahoni nyaris mengenai seekor burung hantu di pinggir Jalan Magelang-Purworejo, Selasa (25/8).

Burung tersebut ditemukan warga dalam kondisi tergantung dan tidak bisa melepaskan diri. Kemudian berhasil dievakuasi petugas Damkar Kabupaten Magelang Pos Tempuran.

Burung hantu itu pertama kali diketahui oleh Fuad Hasan, 37, saat dalam perjalanan menuju tempat kerjanya di Toko Anugrah Jaya Abadi. Warga Kebonsari, Borobudur tersebut melihat seekor burung tersangkut di atas pohon mahoni ketika melintas dari arah Borobudur sekitar pukul 08.15.

Baca Juga: Tiga Pekan di Indonesia, Pemain PSIM Marvin Loria Suka Kuliner Lokal tapi Kaget dengan Lalin Jogja

Semula, Fuad mengira burung tersebut tidak bergerak. Setelah memarkir kendaraan dan mengamati lebih dekat, dia melihat burung masih bergerak meski terjebak pada benang layang-layang.

"Saya lihat di atas ada burung hantu tersangkut benang. Awalnya kelihatan tidak bergerak, kemudian setelah saya turun dan parkir ternyata masih bergerak," kata Fuad.

Alih-alih menanganinya sendiri, Fuad justru memilih untuk meminta bantuan Damkar. Terlebih, posisi burung yang cukup tinggi membuatnya tidak mungkin dievakuasi dengan tangan kosong. Dia khawatir, burung hantu tersebut semakin lama terjerat dan mengalami luka lebih parah.

Baca Juga: Usung Sleman Style, Pieter Huistra Ingin Lawan Beradaptasi dengan Gaya Bermain PSS Sleman

Fuad menduga, burung tersebut telah terjerat sejak malam sebelumnya. "Saya inisiatif telepon Damkar. Kasihan, kok sepertinya burung-burung yang dilindungi. Saya merasa tersentuh," ujarnya.

Komandan Regu Pos WMK Tempuran Septi Wibowo menuturkan, petugas terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap posisi burung dan titik benang yang menjeratnya. Petugas pun menggunakan galah dan pisau untuk memotong benang layang-layang.

Namun, ketinggian pohon menjadi kendala karena galah yang tersedia tidak cukup panjang untuk menjangkau burung. Sehingga membutuhkam waktu sekitar 10 hingga 15 menit untik mengevakuasinya.

Baca Juga: Mahasiswa Kedepankan Gerakan Intelektual, Tak Mau Terjebak Aksi Provokatif Akhir Agustus

"Kendalanya ketinggian, galanya kurang panjang, sehingga kita pakai tangga. Tangga kita buat segitiga untuk menambah ketinggian," jelas Septi.

Setelah posisi petugas cukup dekat, lanjut dia, benang yang menjerat burung dipotong. Burung kemudian terlepas dan jatuh ke bawah, tetapi berhasil ditangkap petugas sehingga tidak kembali mengalami cedera akibat terjatuh. "Alhamdulillah dapat kita evakuasi dengan aman," imbuhnya.

Setelah diperiksa, petugas menemukan sedikit darah pada bagian sayap kiri burung. Kondisi tersebut membuat burung tidak langsung dilepasliarkan. Burung hantu tersebut untuk sementara diamankan oleh petugas Damkar.

Baca Juga: Air Bersih 15 Ribu Liter Per Hari untuk 1.000 Penyintas Gempa Nagekeo, NTT Disalurkan Selama 60 Hari

Selanjutnya, dia akan berkoordinasi dengan markas induk untuk menentukan penanganan berikutnya. Termasuk kemungkinan menyerahkannya kepada instansi yang berwenang menangani satwa liar.

"Ini (burungnya) kami amankan dulu. Nanti kita koordinasikan dengan Mako Induk Damkar Kabupaten Magelang, mungkin ke BKSDA atau bagaimana," bebernya.

Menurut informasi yang diterima petugas, burung tersebut diduga termasuk jenis Tyto alba. Namun, identifikasi jenis dan status satwa itu masih perlu dipastikan lebih lanjut sebelum menentukan penanganannya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
layang-layang Borobudur tempuran burung hantu Damkar Kabupaten Magelang