Transportasi Jateng Berbenah, dari Taksi Listrik hingga Pembayaran Nontunai

Bahana. • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 11:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2026).

 SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat transformasi sektor perhubungan melalui inovasi berbasis energi bersih dan digitalisasi layanan. Langkah tersebut mencakup pengoperasian taksi dan travel listrik, integrasi transportasi umum, hingga penerapan sistem pembayaran nontunai di terminal.

Berbagai inovasi itu ditujukan untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, efisien, transparan, sekaligus ramah lingkungan.

Transformasi tersebut resmi diluncurkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Grand Launching Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Luthfi turut menjajal taksi listrik dengan berkeliling di sekitar kompleks Kantor Dishub Jawa Tengah. Ia menilai kendaraan listrik memberikan kenyamanan sekaligus membantu menekan polusi udara dan penggunaan energi fosil.

“Ini sangat nyaman sekali. Saya coba muter kantor (Dishub), argonya tinggal pencet, enggak ada suaranya, tidak polusi udara, dan menghemat energi fosil,” ujarnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Sungai Mahakam, Sungai Melawi di Kalimantan Barat juga Surut Akibat Kemarau Ekstrim

Menurut Luthfi, pemanfaatan energi terbarukan ke depan tidak hanya diarahkan pada sektor transportasi. Pemprov Jawa Tengah juga mulai memasang panel surya di sejumlah gedung perkantoran sebagai bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih dan pengembangan ekonomi hijau.

Terkait kemungkinan penggunaan kendaraan listrik untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Jawa Tengah, Luthfi mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap kajian.

Ia menegaskan, transformasi sektor perhubungan tidak boleh sebatas menghadirkan aplikasi atau teknologi baru. Setiap inovasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arif Djatmiko mengatakan peluncuran taksi listrik dan travel listrik merupakan bagian dari delapan inovasi yang masuk dalam program Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026.

Selain elektrifikasi kendaraan, pembenahan dilakukan melalui digitalisasi dan integrasi layanan transportasi. Salah satunya adalah penerapan sistem pembayaran nontunai atau cashless di Terminal Tipe B.

Uji coba sistem tersebut telah dilakukan di Terminal Sukoharjo. Ke depan, pembayaran nontunai ditargetkan diterapkan di 22 Terminal Tipe B yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Penerapan sistem ini diharapkan membuat transaksi lebih tertib karena pembayaran dapat langsung masuk ke kas daerah. Selain itu, sistem digital dinilai dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan terminal.

Dishub Jawa Tengah juga mengembangkan sistem digital untuk memonitor dan mengawasi operasional Terminal Tipe B. Sistem tersebut memungkinkan pengelolaan terminal dilakukan berbasis data, termasuk pemantauan kendaraan dan pencatatan laporan operasional.

Transformasi juga menyasar layanan Trans Jateng melalui kolaborasi dengan Gojek. Integrasi ini diarahkan untuk memudahkan masyarakat berpindah dari layanan ojek daring ke Trans Jateng maupun menuju moda transportasi lanjutan.

“Tahun depan kita akan membuat satu tiket antara Gojek dan Trans Jateng. Jadi first mile, last mile sudah tercakup semua,” kata Miko.

Baca Juga: Trabzonspor Raih Kemenangan Pertama Musim ini Berkat Brace Mohamed Salah

Berdasarkan data Dishub Jawa Tengah, jumlah pengguna Trans Jateng sepanjang 2025 mencapai sekitar 10 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, sekitar 53 persen disebut merupakan pengguna yang sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi.

Peralihan tersebut diperkirakan mampu memberikan efisiensi biaya transportasi masyarakat hingga sekitar Rp50 miliar.

Pemprov Jawa Tengah juga terus memperluas penggunaan Kartu Multi Trip sebagai alat pembayaran Trans Jateng. Saat ini, kartu tersebut telah diterapkan pada satu koridor dan ditargetkan dapat digunakan di seluruh tujuh koridor Trans Jateng.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Tengah membangun sistem transportasi yang tidak hanya semakin modern dan terintegrasi, tetapi juga lebih efisien, transparan, serta berkelanjutan.

Editor : Bahana.
pembayaran nontunai transportasi Jawa Tengah taksi listrik Dishub Jateng Trans Jateng