Harga Beras di Kota Magelang Naik Bertahap, Kemarau Disebut Ikut Dorong Kenaikan Harga

Naila Nihayah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:30 WIB

LAYANI PEMBELI: Seorang pedagang beras tampak melayani pembeli di Pasar Rejowinangun. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

LAYANI PEMBELI: Seorang pedagang beras tampak melayani pembeli di Pasar Rejowinangun. (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

MAGELANG - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Magelang mulai merangkak naik. Dalam sebulan terakhir, harga mengalami kenaikan bertahap mulai Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan dipicu harga dari pemasok yang mulai meningkat di tengah musim kemarau.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan pedagang beras di Pasar Rejowinangun. Siti Anifah mengatakan, kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan bertahap dalam beberapa pekan terakhir. “Mulai sekitar satu bulanan ini naiknya berkala, kadang satu minggu naik, satu minggu naik,” kata Siti Minggu (23/8).

Baca Juga: Pneumonia Meningkat, Lansia dan Balita Paling Rentan Terpapar: Ini Penjelasan Dinkes Kota Jogja..

Saat ini, beras lokal yang dijual Siti berada di kisaran Rp 15.500 per kilogram. Sementara jenis beras lainnya bisa mencapai Rp 16.500 per kilogram, bergantung pada jenis dan kualitasnya.

Menurut Siti, kenaikan harga dari pemasok tidak selalu bisa diteruskan seluruhnya kepada konsumen. Pedagang harus mempertimbangkan daya beli masyarakat agar kenaikan harga tidak semakin membebani pembeli. “Kalau dinaikkan, pembeli juga keberatan. Biasanya dapat Rp 1.000, sekarang kadang cuma dapat Rp 500,” ujarnya.

Meski harga mulai naik, Siti memastikan pasokan beras di Pasar Rejowinangun masih relatif lancar. Hingga kini belum terjadi kelangkaan beras di tingkat pedagang.

Baca Juga: Semarakkan HUT Ke-81 RI, Bendera Merah Putih Sepanjang 481 Meter Membentang di Pantai Parangtritis

Pedagang lainnya, Uun, juga merasakan kenaikan harga. Beras biasa kini dijual sekitar Rp 15.500 hingga Rp 16.500 per kilogram. Sementara beras mentik wangi mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000. “Naik menjadi Rp 19 ribu per kilogram,” katanya.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang Widodo mengatakan faktor musim menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Kemarau menyebabkan ketersediaan air untuk pertanian berkurang sehingga berpotensi memengaruhi luas tanam dan hasil panen padi.

“Ada kenaikan harga karena musim kemarau, panas dan tidak ada air. Luas tanam dan hasil panennya bisa menurun,” kata Widodo.

 

Dia menjelaskan, kebutuhan masyarakat terhadap beras relatif stabil. Masyarakat tetap membutuhkan beras dalam jumlah yang tidak jauh berbeda. Sementara produksi berpotensi menurun apabila kemarau berlangsung panjang.

Meski demikian, Pemkot Magelang memastikan kondisi pangan masih terkendali. Pemantauan stok dan harga dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan pasokan maupun harga beras di tingkat konsumen. (aya/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
kemarau daya beli pasar rejowinangun Kota Magelang harga beras