Menteri Rachmat Pambudy Tinjau Penerapan Pertanian Berbasis Data dan AI, Perkuat Ketahanan Pangan

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:15 WIB
AVP Yayasan Edufarmer Ignatius Egan.
AVP Yayasan Edufarmer Ignatius Egan.

 KLATEN – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengawali kunjungan kerja ke Jawa Tengah dengan meninjau penerapan riset dan teknologi pertanian berbasis data di Research Center (RC) Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers), Kabupaten Klaten, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan ini menegaskan pentingnya inovasi terapan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.  

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi inovasi berbasis data yang langsung diimplementasikan di lapangan.

"Ketahanan pangan nasional memerlukan ekosistem yang solid dan integrasi teknologi presisi di tingkat tapak. Apa yang ditunjukkan Edufarmers di Research Center Klaten membuktikan bahwa kolaborasi erat antara riset terapan, sektor swasta, dan pemerintah mampu menerjemahkan kebijakan strategis nasional menjadi solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Baca Juga: Terungkap! Masa Kecil Nunung Ternyata Dekat dengan Pemakaman dan Sering Alami Kejadian Gaib

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Rachmat Pambudy menyaksikan ekosistem solusi pertanian presisi yang mengintegrasikan pengujian fisik tanah hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pendekatan pertanian berbasis teknologi digital turut ditampilkan, seperti Soil Test Kit, yaitu alat uji tanah portabel yang telah diuji di lebih dari 200 demplot untuk mengukur pH, hara NPK, C-organik, dan salinitas tanah secara cepat.

Alat ini dipadukan dengan Pak Dayat AI, asisten pertanian berbasis WhatsApp yang memberikan rekomendasi pemupukan secara praktis. 

Selain inovasi digital, Menteri Rachmat Pambudy juga menyaksikan langsung praktik pertanian ramah lingkungan, seperti teknik irigasi berselang Alternate Wetting and Drying (AWD) yang dinilai efektif menghemat air dan menekan emisi gas rumah kaca, serta pengelolaan sisa panen tanpa pembakaran (no-burning rice farming).

Baca Juga: Prediksi Skor Fortuna Sittard vs AZ Alkmaar, Adu Gengsi Dua Tim yang Belum Terkalahkan

Seluruh inovasi tersebut hasil dari tim riset di Edufarmers yang telah menjalankan lebih dari 100 siklus riset pada komoditas padi, jagung, cabai, dan bawang merah sejak 2022.

Langkah ini mendukung peran Edufarm sebagai mitra pelaksana yang menghubungkan kebijakan makro pemerintah dengan kebutuhan aktual di tingkat tapak. 

Ekosistem teknologi ini pun telah digunakan oleh petani lokal.

Perwakilan Pelopor Tani Aris menyampaikan bahwa kombinasi alat uji tanah dan panduan digital mempermudah pengolahan lahan harian. 

Baca Juga: Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Peru Selatan, Getaran Terasa hingga Ibu Kota Lima

"Edufarmers berkomitmen menjadi mitra pelaksana yang menjembatani kebijakan makro pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan. Melalui riset terapan dan teknologi yang mudah diakses, kami memastikan setiap inovasi benar-benar memberikan dampak ekonomi dan keberlanjutan bagi petani," ujar CEO Edufarmers Amri Ilmma. 

Turut hadir Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kunjungan ini pun mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan lembaga donor global untuk memperluas cakupan teknologi pertanian berbasis bukti (evidence-based solution) demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang tangguh. 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Edu Farmers International Research Center Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menteri ppn