Tak Hanya Hasilkan Tanaman dan Ikan, Smart Greenhouse Aquaponik Dikembangkan di Kedungsari

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:45 WIB
Wali Kota Magelang saat memanen sayur hasil penerapan smart farming di Lapangan Multiguna Kedungsari, Kamis (20/8).
Wali Kota Magelang saat memanen sayur hasil penerapan smart farming di Lapangan Multiguna Kedungsari, Kamis (20/8).

 

 

 

 

MAGELANG - Lapangan Multiguna Kedungsari, Magelang Utara mulai dikembangkan sebagai lokasi penerapan smart farming melalui sistem smart greenhouse aquaponik.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tanaman dan ikan, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus praktik mahasiswa di tengah kawasan perkotaan.

Pengembangan tersebut digarap Universitas Tidar (Untidar) bersama Pemkot Magelang dan sejumlah mitra. Konsep yang diterapkan menggabungkan budi daya ikan dan tanaman dalam satu sistem aquaponik.

Baca Juga: Sambut Kemerdekaan dan Ulang Tahun Ke-12, Laxston Hotel Yogyakarta Gelar Donor Darah

Sementara teknologi smart farming digunakan untuk menyesuaikan aktivitas pertanian dengan keterbatasan lahan dan karakter lingkungan perkotaan.

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof Parmin menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat yang didukung pemerintah pusat.

PPK Ormawa melibatkan mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi di lingkungan kampus, tetapi juga membawa pengetahuan dan keterampilan ke masyarakat.

 Baca Juga: Gempa Bumi Magnitudo 3,6 Guncang DIY, Pusatnya di Tenggara Bantul

Dia menyebut, tahun ini terdapat 220 titik kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memperoleh pendanaan pemerintah pusat. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari hampir 3.000 proposal yang diajukan perguruan tinggi.

 

"Setiap judul kegiatan memperoleh pendanaan sekitar Rp 35 juta," kata Parmin, Kamis (20/8).

 

Program di Kedungsari, lanjut dia, diarahkan tidak berhenti pada pembangunan sarana smart greenhouse. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas tersebut tetap dimanfaatkan dan dikembangkan setelah program PPK Ormawa berakhir pada 2026.

 Baca Juga: PGN Suadesa Festival 2026 Hadir di Sleman, Pasar UMKM Hadirkan Jikustik hingga The Rain

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, kawasan Kedungsari dapat menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh di kampus dapat diuji melalui persoalan nyata yang dihadapi masyarakat perkotaan.

 

"Kota Magelang ini bisa menjadi laboratorium, bisa menjadi lokus kerja nyata dari mahasiswa," ujar Damar.

 

Menurut Damar, model tersebut relevan dengan kondisi Kota Magelang yang memiliki keterbatasan lahan untuk pengembangan pertanian konvensional. Karena itu, pemanfaatan teknologi dan inovasi menjadi satu pilihan untuk mempertahankan kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan yang tersedia.

 Baca Juga: Jarang Jadi Starter, Andhika Wijaya Dipinjamkan Bali United ke Klub Super League

Konsep aquaponik, menurutnya, memungkinkan budi daya ikan dan tanaman dilakukan dalam satu ekosistem. Air dari kolam ikan dapat dimanfaatkan dalam sistem budidaya tanaman, sedangkan tanaman berperan dalam membantu menjaga kualitas air dalam sistem tersebut.

 

Damar menilai, pengembangan model tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, dia mendorong pendekatan hexa helix dengan mempertemukan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, serta dukungan regulasi. (aya)

Editor : Heru Pratomo
Smart Greenhouse Aquaponik Magelang Kedungsari dAMAR PRASETYONO Untidar