Parade Budaya di Jalan Soekarno-Hatta, Magelang Dihentikan Sejenak untuk Doakan NTT

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:06 WIB
Para peserta parade budaya tampil memukau di hadapan warga di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (19/8).
Para peserta parade budaya tampil memukau di hadapan warga di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (19/8).

 

 

 

MUNGKID - Sebanyak 49 kontingen memeriahkan Parade Budaya dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (19/8).

 

Di tengah kemeriahan parade, bupati mengajak ribuan warga dan peserta untuk mendoakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah dilanda musibah gempa bumi.

 

Parade budaya tersebut berlangsung meriah. Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, terutama di depan kompleks Setda Kabupaten Magelang, untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni dan budaya yang dibawakan para peserta.

 

Baca Juga: Klasifikasi Desil Tak Sesuai Pendapatan Warga, Pemprov DIY Soroti Ketidaksesuaian Data

 

Namun, suasana sejenak berubah khidmat ketika Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak seluruh peserta dan warga yang hadir untuk menundukkan kepala. Mereka diajak mendoakan warga NTT yang mengalami musibah.

 

Grengseng mengatakan, kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI tetap dapat dilaksanakan. Namun, kegembiraan tersebut harus diiringi kepedulian terhadap sesama warga Indonesia yang sedang menghadapi musibah.

 

Menurut dia, doa dan kepedulian tersebut tidak semestinya berhenti sebagai imbauan. Warga juga diharapkan dapat mengambil bagian dalam membantu mereka yang sedang terdampak bencana.

 

Baca Juga: PSIM Jogja Belum Berhenti Buru Pemain Lokal demi Bermain di League Cup

 

“Saya berharap, ini bukan sekadar imbauan tapi ikut andil yang sedang mengalami bencana,” ujarnya.

 

Di satu sisi, lanjut dia, parade budaya menjadi ruang bagi warga Kabupaten Magelang untuk menampilkan sekaligus merayakan keberagaman budaya yang dimiliki. Grengseng mengatakan, keberagaman merupakan satu fondasi penting yang membentuk Indonesia. 

 “Dari Kabupaten Magelang, dari wilayah kaki gunung, dari tanah yang menaungi Borobudur, Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tapi inilah cara hidup,” katanya.

 

Baca Juga: Ada Bakteri Dalam Menu MBG, Hasil Uji Laboratorium Sampel Keracunan di SMPN 3 Candimulyo

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Wisnu Argo Budiono mengatakan, Parade Budaya HUT ke-81 RI mengusung tema, Nguri-uri Budaya Tumuju Mandirining Wargane. Tema tersebut memiliki makna menjaga dan melestarikan budaya sekaligus mendorong kemandirian warga.

 

Parade budaya tersebut juga memiliki sejumlah tujuan. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, kegiatan tersebut menjadi ajang seleksi sekaligus rekomendasi bagi calon duta seni Kabupaten Magelang.

 

Baca Juga: BNPB Siapkan Bantuan Rumah Rusak Gempa M 7,7 Flores NTT, Korban Rusak Berat Dapat Huntap

 

Parade budaya tersebut digelar di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Peserta berasal dari berbagai unsur dan mewakili seluruh wilayah Kabupaten Magelang. Wisnu menyebut, peserta merupakan utusan dari 21 kecamatan.

 

Mereka terdiri atas kelompok seni serta pelaku inovasi dan karya kreatif. “Selain itu, parade juga melibatkan 28 perwakilan OPD, BUMN, BUMD, Paskibra, hingga kelompok seni Soreng,” sebutnya. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
doakan NTT Magelang Jalan Soekarno-Hatta parade budaya Grengseng Pamuji