HUT ke-81 Jateng, Ratusan Warga Boyolali Doakan Korban Bencana NTT

Bahana. • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:53 WIB
Suasana peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026)
Suasana peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026)

BOYOLALI – Suasana peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026), berlangsung penuh keprihatinan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama ratusan warga secara khusus memanjatkan doa untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana longsor.

Doa bersama tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Luthfi mengatakan, peringatan tahun ini sengaja digelar secara sederhana sebagai bentuk empati kepada saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.

“Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah kali ini kita laksanakan kegiatan-kegiatan yang sederhana, semata-mata untuk ikut berbelasungkawa serta mendoakan saudara-saudara kita di NTT,” ujar Luthfi sebelum memimpin doa bersama.

Kepedulian Jawa Tengah terhadap korban bencana NTT sebelumnya juga diwujudkan melalui pengiriman tim relawan dan bantuan kemanusiaan pada 17 Agustus 2026.

Baca Juga: HUT ke-81 Jateng, Ahmad Luthfi Apresiasi Peran Petani, Buruh hingga Pelaku UMKM

Luthfi menegaskan, misi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang sedang membutuhkan bantuan. Para relawan yang diterjunkan diminta memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga terdampak.

Menurutnya, bantuan dari Jawa Tengah tidak berhenti pada pengiriman tahap awal. Luthfi telah meminta Sekretaris Daerah dan Wakil Gubernur Jawa Tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mempersiapkan dukungan lanjutan.

“Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya saat melepas bantuan dan relawan beberapa waktu lalu.

Wujud Semangat Kebersamaan

Doa bersama dan pengiriman bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas Jawa Tengah kepada masyarakat NTT. Di tengah momentum peringatan hari jadi provinsi, masyarakat diajak untuk tidak melupakan saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana.

Luthfi menilai kepedulian tersebut sejalan dengan semangat “Gumregut Nyawiji” yang menjadi tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah.

Menurutnya, semangat tersebut tidak hanya bermakna bekerja keras untuk membangun daerah, tetapi juga menyatukan kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Gumregut Nyawiji menggambarkan semangat untuk terus bekerja keras, tidak mudah menyerah, dan menyatukan seluruh kekuatan masyarakat,” kata Luthfi.

Baca Juga: Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Bodo/Glimt di Playoff Liga Champions, H2H dan Susunan Pemain

Dengan doa, bantuan, serta keterlibatan relawan, Jawa Tengah berupaya menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak dibatasi oleh jarak maupun wilayah. Momentum Hari Jadi ke-81 pun menjadi pengingat bahwa semangat persatuan dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kerja nyata bagi sesama.

Editor : Bahana.
HUT Jateng Bencana NTT Gumregut Nyawiji Ahmad Luthfi jawa tengah