Pengunjung Pasar Rejowinangun Magelang Berebut Tiga Gunungan sebelum Upacara

Naila Nihayah • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Warga berbondong-bondong ke Pasar Rejowinangun untuk ambil bagian dalam memeriahkan momentum HUT ke-81 RI, Senin (17/8).
Warga berbondong-bondong ke Pasar Rejowinangun untuk ambil bagian dalam memeriahkan momentum HUT ke-81 RI, Senin (17/8).

 



MAGELANG - Tiga gunungan yang diarak mengelilingi Pasar Rejowinangun menjadi rebutan pedagang dan pengunjung, Senin (17/8). Begitu gunungan diletakkan dan belum ada aba-aba gerebek, aneka isi gunungan ludes direbut warga hanya dalam hitungan detik.

Gerebek gunungan menjadi puncak peringatan HUT ke-81 RI yang digelar para pedagang Pasar Rejowinangun. Tiga gunungan tersebut berisi hasil dagangan yang sehari-hari mudah ditemui, mulai sayuran, bumbu dapur, hingga aneka aksesori.

Sebelum digerebek, ketiga gunungan diarak mengelilingi area pasar. Pedagang dan pengunjung berkumpul di depan panggung menunggu prosesi puncak.

Baca Juga: Nelayan Pantai Baron Gunungkidul Tak Melaut, Antar Peserta Upacara HUT RI ke Tengah Laut

Begitu dimulai, suasana berubah riuh. Warga berebut mengambil isi gunungan sebagai bagian dari tradisi syukuran sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan.

Koordinator Keamanan Pasar Rejowinangun Kota Magelang Aipda Matronny mengutarakan, tiga gunungan tersebut dibuat dari partisipasi para pedagang. "Pedagang sangat antusias dan mendukung kegiatan ini," katanya.

Dia menyebut, tiga gunungan itu masing-masing berisi sayuran, aksesori, serta makanan dan aneka bumbu dapur. Seluruh bahan yang digunakan berasal dari lingkungan pasar dan dikumpulkan oleh para pedagang.

Baca Juga: Momentum HUT RI, 41 Napi Rutan Kelas IIB Wates Kulon Progo Terima Remisi dan Dua Bebas

Ronny menambahkan, peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya diisi gerebek gunungan. Sejak pagi, pedagang dan komunitas perempuan di Pasar Rejowinangun mengikuti senam bersama.

Rangkaian kemudian dilanjutkan upacara peringatan HUT RI pada pukul 10.00. Para pedagang dan pengunjung menghentikan aktivitas berdagang sejenak untuk mengikuti upacara. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama.

Dia mengatakan, upacara kemerdekaan di pasar bukan hal baru. Para pedagang telah beberapa kali menggelarnya dan tetap antusias. "Walaupun dengan kesibukan berdagang, dua-tiga menit bisa melaksanakan upacara bendera dengan senang hati," ujarnya.

Baca Juga: Upah Pengupas Bawang Rp 700 Ribu Jadi Sorotan Publik, Muhammad Qodari: Manusiawi

Semarak peringatan kemerdekaan juga terlihat dari dekorasi di masing-masing blok pasar. Para pedagang menghias area dagang mereka secara swadaya. Tidak hanya itu, mereka juga membuat aneka tumpeng sebagai bentuk ungkapan syukur.

Pasar Rejowinangun, kata Ronny, memiliki sekitar 4.000 pedagang yang tersebar di lantai satu dan dua. Area pasar terbagi dalam sejumlah blok dan los. Menurutnya, para pedagang berlomba membuat blok masing-masing terlihat menarik.

Seorang pedagang bumbu, Peni Pujianti mengatakan, persiapan dilakukan bersama-sama. Bahkan, para pedagang rela begadang demi menyiapkan dekorasi dan tumpeng. "Sing penting menang, ora menang ora apa-apa, sing penting senang," kelakarnya.

Baca Juga: Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Selopamioro, Simbol Perjuangan Kemerdekaan di Ketinggian 40 Meter

Tumpeng yang dibuat para pedagang juga tidak sekadar berupa nasi tumpeng biasa. Mereka membuat nasi tumpeng krawu, dilengkapi ayam goreng dan berbagai lauk. "Ayamnya kita simbolkan penthung. Artinya merdeka," sambungnya.

Untuk membuat seluruh rangkaian kegiatan tersebut, para pedagang melakukan iuran bersama. Dia menyebut, kegiatan semacam ini telah menjadi agenda yang dinantikan pedagang setiap tahun. Selain memeriahkan HUT RI, kegiatan itu membuat suasana pasar menjadi lebih ramai dan mempererat hubungan antarpedagang.

Peni berharap, semangat para pedagang untuk memeriahkan kemerdekaan terus terjaga. Dia juga berharap kegiatan tahun-tahun berikutnya dapat berlangsung lebih meriah dengan kreasi tumpeng dan dekorasi yang semakin beragam. (aya)

Editor : Heru Pratomo
HUT ke-81 Kemerdekaan RI Magelang Bumbu Dapur gunungan pasar rejowinangun