MUNGKID - Balai Pelestarian (BP) Kebudayaan Jawa Tengah berencana melakukan ekskavasi atau penggalian di kawasan Candi Losari, Salam. Upaya itu dilakukan karena ada sejumlah batu yang diduga merupakan bagian dari tubuh hingga struktur candi masih tertimbun tanah.
Kepala BP Kebudayaan Jawa Tengah Riris Purbasari mengatakan, ekskavasi diperlukan sebelum proses rekonstruksi Candi Losari dilanjutkan lebih jauh. Batu yang terlihat di permukaan tanah diduga masih memiliki keterkaitan dengan struktur candi yang belum terungkap.
"Karena memang batu-batu yang dimungkinkan itu bagian dari tubuh sudah terlihat sebenarnya di tanah sisi barat. Itu yang besok akan kita ekskavasi," kata Riris, Minggu (16/8).
Baca Juga: Emak-Emak Dusun Prajenan, Mertoyudan Adu Sabar Mancing Lele, Hadiahnya Perabot Rumah Tangga
Dia menuturkan, penggalian akan dilakukan dengan mengupas lapisan tanah secara hati-hati untuk mengetahui apakah batu-batu tersebut memang merupakan bagian dari tubuh candi. Jika ditemukan struktur yang lebih lengkap, hasil ekskavasi akan menjadi dasar untuk menentukan sejauh mana Candi Losari dapat direkonstruksi.
"Harapannya itu adalah bagian-bagian tubuh, jadi nanti bisa selesai sampai atas," ujarnya.
Riris menjelaskan, Candi Losari selama ini menjadi satu situs penting yang menunjukkan jejak perkembangan kebudayaan masa Hindu-Buddha di kawasan Magelang. Proses pemugarannya tidak bisa hanya mengandalkan batu yang sudah berada di permukaan atau yang telah berhasil diidentifikasi.
Sebagian material candi, kata dia, masih berada di dalam tanah. Karena itu, ekskavasi menjadi tahap penting untuk mencari hubungan antarbagian bangunan sekaligus memastikan bentuk konstruksi aslinya.
Baca Juga: Update Perkembangan Tim dan Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Manchester City
Riris menambahkan, jika batu yang ditemukan nantinya terbukti merupakan bagian dari tubuh atau bahkan struktur atas candi, peluang untuk merekonstruksi bangunan secara lebih utuh akan semakin besar.
"Makanya kenapa kita perlu ekskavasi. Kalau batu-batu itu ternyata bisa ada tubuh, ada atap, harapannya bisa dibangun utuh. Karena memang batu itu masih terdeposit di tanah," bebernya.
Rencana tersebut juga menjadi bagian dari target pekerjaan pemugaran Candi Losari pada 2026. Riris memperkirakan, tahapan rekonstruksi yang dikerjakan tahun ini dapat diselesaikan sekitar Oktober, atau bahkan lebih cepat.
Penggalian di sekitar candi, lanjut Riris, memiliki tantangan tersendiri. Satu di antaranya karena terdapat struktur bangunan yang harus tetap dijaga selama proses ekskavasi berlangsung.
Dia menjelaskan, apabila penggalian dilakukan di bawah atau di dekat bagian bangunan tertentu, praktis diperlukan rekayasa teknis agar struktur yang berada di atasnya tetap aman.
Baca Juga: Live Malam Ini, Arsenal vs Manchester CIty Perebutan Gelar FA Community Shield 2026 di Cardiff
Menurut dia, teknologi penyanggaan dapat digunakan untuk menahan bagian bangunan sementara tanah di bawahnya dikupas atau diambil. Setelah bagian yang diperlukan berhasil diekskavasi, struktur tersebut kembali ditopang dengan metode yang sesuai.
"Kalau bangunan itu kan ada pondasi tiang-tiang. Nanti mungkin direkayasa. Yang di bawah tiang itu nanti bisa ditahan atau secara teknologi ada yang nanti dipegangi dulu, terus bawahnya diambil, terus ditahan lagi," jelasnya. (aya)