MAGELANG - Layanan Angkutan Pelajar Aman (APA) di Kabupaten Magelang diperluas menjadi 12 rute dengan 78 armada angkutan perdesaan pada 2026. Perluasan ini jauh dibanding saat program dimulai pada pertengahan 2025 yang hanya mencakup tiga rute dengan 15 armada.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang Arif Mutohar mengatakan, perluasan dilakukan bertahap untuk menjangkau lebih banyak pelajar. Terutama mereka yang membutuhkan akses transportasi menuju dan dari sekolah.
Program APA memanfaatkan angkutan perdesaan yang sudah beroperasi. Armada tersebut mengangkut siswa SMP secara gratis saat berangkat dan pulang sekolah. “Di luar jam layanan, kendaraan kembali beroperasi sebagai angkutan umum sesuai trayek masing-masing,” kata Arif Minggu (16/8).
Baca Juga: Emak-Emak Dusun Prajenan, Mertoyudan Adu Sabar Mancing Lele, Hadiahnya Perabot Rumah Tangga
Menurut Arif, perluasan layanan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan transportasi yang aman dan terjangkau bagi pelajar. Program ini sekaligus menjaga keberadaan angkutan perdesaan di tengah menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum.
Program APA mulai berjalan pada pertengahan 2025 dengan tiga rute dan 15 armada. Hingga akhir 2025, layanan diperluas menjadi sembilan rute dengan 59 armada, dengan anggaran sekitar Rp 772 juta.
Pada 2026, jumlah armada bertambah menjadi 78 unit yang melayani 12 rute. Pemerintah Kabupaten Magelang mengalokasikan sekitar Rp 2,4 miliar untuk operasional program tersebut.
Baca Juga: Update Perkembangan Tim dan Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Manchester City
Perluasan layanan juga disiapkan hingga 2030. Pada 2027, APA ditargetkan mencakup 17 rute dengan 103 armada dan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar.
Target tersebut meningkat menjadi 22 rute dengan 128 armada pada 2028, dengan anggaran Rp 5,2 miliar. Pada 2029, cakupan direncanakan mencapai 27 rute dengan 153 armada dan anggaran Rp 6,8 miliar.
Sementara pada 2030, APA ditargetkan melayani 29 rute dengan 178 armada. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 8 miliar. "Artinya, dalam lima tahun sejak mulai dijalankan, kapasitas layanan APA dirancang meningkat lebih dari 10 kali lipat dibanding kondisi awal," bebernya.
Setiap pengemudi yang menjalankan layanan APA memperoleh insentif Rp 135 ribu per hari. Layanan beroperasi selama lima hari sekolah, Senin hingga Jumat, atau sekitar 24-26 hari dalam satu bulan.
Pada 2026, pengemudi yang terlibat berada di bawah empat koperasi. Yakni Koperasi Mekar Abadi Sentosa, Koperasi Rukun Mulyo, Koperasi Karter, dan Koperasi Sekar Langit Raharja. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita