Persoalan Harga Telur Dituding gegara MBG, Peternak di Kebumen Tambah Populasi Ayam

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:30 WIB

 

SAMPAIKAN ASPIRASI: Anggota Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) membagikan ayam petelur secara gratis kepada warga di kompleks DPRD Provinsi DIY, Senin (10/8). Sebanyak 1.200 ayam petelur dibagikan sebagai bentuk keprihatinan peternak terhadap tingginya biaya produksi. (Guntur Aga  Tirtana/Radar Jogja)
SAMPAIKAN ASPIRASI: Anggota Paguyuban Peternak Petelur Yogyakarta (P3Y) membagikan ayam petelur secara gratis kepada warga di kompleks DPRD Provinsi DIY, Senin (10/8). Sebanyak 1.200 ayam petelur dibagikan sebagai bentuk keprihatinan peternak terhadap tingginya biaya produksi. (Guntur Aga  Tirtana/Radar Jogja)

 

KEBUMEN - Program makan bergizi gratis (MBG) dituding menjadi biang kerok harga telur di pasaran sulit terkendali. Program yang semula diharapkan menjadi pasar baru bagi para peternak justru kini membuat harga telur amburadul.

Pengurus Asosiasi Peternak Kebumen Jangker Prakoso mengatakan, persoalan harga telur yang tak terjaga dipicu akibat surplus produksi.

Banyaknya pasokan yang tidak diimbangi dengan keterserapan membuat harga telur di tingkat peternak hingga pengecer turun derastis. "Faktornya surplus telur. Tidak cuma di Kebumen, merata di berbagai wilayah," ucapnya kepada Radar Jogja, Kamis (13/8).

Baca Juga: Kejar Zero Waste Akhir 2026 Kota Magelang Buka Peluang Investasi Teknologi Olah Sampah

Jangker menilai, terjadinya surplus telur tidak terlepas dari tingginya animo peternak terhadap program MBG. Menurutnya, banyak peternak tergiur dengan program MBG sebagai peluang pasar baru. Mereka memutuskan menambah populasi ternak dengan harapan produksi telur nantinya dapat terserap untuk kebutuhan program MBG.

Diungkapkan, ketertarikan penambahan populasi dilakukan kalangan peternak besar, peternak skala sedang hingga peternak pemula. Bahkan, sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga turut beralih ke sektor peternakan ayam petelur karena melihat program MBG memberikan peluang bisnis baru.

"Kebanyakan rata-rata tergiur karena program MBG. Akhirnya penambahan populasi signifikan. Harga hancur," terangnya.

Baca Juga: Catat! WJNC Bakal Digelar Sepekan Penuh Tahun Ini, Usung Konsep Festival, Hadirkan Beragam Agenda 

Jangker menyebutkan, harga grosir telur saat ini berada di kisaran Rp 21.500 per kilogram. Harga tersebut sebagai patokan di tingkat peternak. Sedangkan harga eceran kini dibanderol sekitar Rp 24.000 per kilogram.

Padahal, lanjut dia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah menyampaikan acuan harga telur ayam ras dari peternak idealnya sekitar Rp 26.500 per kilogram. "Saya sehari-hari bareng peternak, mereka banyak mengeluh HET," ucapnya.

Pemerintah, kata dia, mestinya mengambil peran untuk menahan laju produksi bakal indukan agar populasi ayam petelur terkendali.

Baca Juga: Guru Besar FEB UGM Sebut Gelar Sarjana Tak Menjamin Dapat Pekerjaan, Begini Penjelasannya

 Dia khawatir apabila sirkulasi pembibitan anak ayam atau day old chick (DOC) terus berlangsung berdampak panjang terhadap kondisi harga telur di masa mendatang. "Jangan produksi DOC dulu. Stop penjualannya," tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kebumen M Fauhan Fawaqi menegaskan, program MBG tidak boleh hanya dipahami sebagai program distribusi makanan. Program tersebut juga harus menjadi instrumen pembangunan sosial.

 Di samping itu, MBG juga perlu diartikan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus ekosistem pembangunan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Sasar Anak Muda, Dana Keistimewaan Dukung Penyelenggaraan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa

Dia juga tak ingin indikator keberhasilan pelaksanaan program MBG hanya diukur dari total jumlah makanan terdistribusi, tanpa memperhatikan substansi lain.

Menurutnya, wilayah Kebumen dikenal memiliki sumber daya pangan cukup melimpah. Komoditas pangan yang tersedia memungkinkan sebagai penopang bahan baku kebutuhan MBG.

 Dia pun akan mendorong potensi komoditas pangan lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok program MBG sepanjang memenuhi standar dan persyaratan teknis yang ditetapkan pemerintah. "Apabila dikelola dengan baik, program ini menghasilkan manfaat ganda," jelasnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
populasi ayam petelur Mbg kebumen harga telur