KEBUMEN - Akses jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo mulai mendapat perhatian. Pemkab Kebumen telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan jalan rusak di titik perbatasan kabupaten.
Seperti halnya pemeliharaan berkala ruas Jalan Wadasmalang-Slepi. Jalan ini merupakan salah satu akses penghubung Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kebumen dengan Desa Kumejing yang masuk teritorial wilayah Kabupaten Wonosobo.
"Jalan ini di wilayah utara Kebumen. Cukup jauh dari pusat perkotaan," ucap Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat peninjauan proyek, Rabu, (12/8).
Baca Juga: Meski Melandai, Disnakertrans DIY Sebut PHK Berpotensi Picu Pengangguran: Ini Alasannya..
Lilis menegaskan, Pemkab Kebumen terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga menjangkau wilayah perbatasan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang jauh dari pusat kota tidak merasa tertinggal.
Menurutnya, pembangunan jalan perbatasan cukup penting untuk menunjang aktivitas harian masyarakat. Dengan begitu, intervensi tersebut diharapkan dapat menekan angka kemiskinan.
Ia menegaskan, prinsip keadilan pembangunan harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Artinya tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan, tetapi juga hingga pelosok pedesaan.
Baca Juga: Adrian Dalmau Ungkap Percakapan dengan Van Gastel Jadi Pembeda di Balik Keputusannya Bergabung
"Dengan akses semakin baik, kami berharap mobilitas meningkat, kegiatan ekonomi berkembang," ujarnya.
Disebutkan, progres capaian pemerliharaan berkala ruas jalan tersebut telah mencapai 64,98 persen. Adapun pekerjaan fisik Jalan Wadasmalang-Slepi akan dilakukan secara bertahap.
Pada tahun ini fokus penanganan jalan menggunakan beton sepanjang 530 meter dan lebar 5 meter dengan total anggaran Rp 1,6 miliar. Sisa ruas jalan yang belum tertangani rencananya akan dilanjutkan dalam waktu dekat melalui penyertaan APBD Perubahan 2026. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo