181 Kursi Roda Adaptif Dibagikan di Jateng, Anak Penyandang Disabilitas Kini Punya Harapan Baru

Bahana. • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB
BERI SEMANGAT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir dan menyapa keluarga penerima bantuan kursi roda.
BERI SEMANGAT: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir dan menyapa keluarga penerima bantuan kursi roda.

SEMARANG – Kebahagiaan terlihat dari wajah para orang tua ketika menyaksikan anak-anak mereka duduk di kursi roda adaptif berwarna biru di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kamis (13/8/2026).

Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut bukan sekadar kursi roda biasa. Setiap unit dirancang dan disesuaikan dengan bentuk serta kondisi tubuh penerimanya, sehingga diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih optimal bagi penyandang disabilitas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagi keluarga penerima, bantuan itu menjadi angin segar. Salah satunya dirasakan Sulistyowati. Ia berharap kursi roda adaptif yang diterima anaknya dapat membantu menopang tubuh sekaligus memperbaiki posisi duduk.

“Harapan saya, tulang anak saya yang semula menekuk bisa menjadi lebih lurus. Dia memang membutuhkan kursi seperti ini,” ujar Sulistyowati.

Baca Juga: Dua Kali Ganti Kepala Kejari, Kasus Dugaan Korupsi PT SAK Tak Segera Rampung

Ia mengaku bersyukur karena kursi roda tersebut dibuat berdasarkan hasil pengukuran tubuh anaknya. Dengan begitu, ia berharap proses merawat dan mendampingi sang anak dapat menjadi lebih mudah.

“Semoga ke depan semakin banyak bantuan seperti ini yang diberikan, sehingga kami yang membutuhkan bisa terbantu,” tuturnya.

Ahmad Luthfi: Orang Tua Harus Tetap Kuat

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir dan menyapa keluarga penerima bantuan. Kepada para orang tua, ia meminta agar tetap sabar dan kuat dalam mendampingi anak-anak mereka.

Luthfi mengatakan, merawat anak dengan kebutuhan khusus memang bukan perkara mudah. Ia pun mengaku memiliki pengalaman serupa karena harus merawat anaknya hingga kini berusia 20 tahun.

“Yang sabar dan kuat, ya. Ini titipan Allah untuk kita. Saya tahu ini tidak mudah karena saya juga pernah mengalami. Saya merawat anak saya sampai sekarang, usianya sudah 20 tahun. Semoga bantuan ini bermanfaat,” kata Luthfi.

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses, kesempatan, serta perlakuan yang setara. Dukungan yang tepat diharapkan dapat membantu mereka tumbuh lebih percaya diri dan mengembangkan potensi.

“Tidak ada manusia yang lahir dalam kondisi yang sama. Karena itu, mereka harus kita perlakukan sama dengan kita, sehingga mereka lebih berdaya guna, memiliki daya saing, dan semakin percaya diri,” ujarnya.

Total 181 Kursi Roda Adaptif

Penyaluran kursi roda adaptif tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Selain kursi roda, bantuan yang diberikan juga mencakup alat bantu kaki dan tangan palsu bagi 50 penyandang disabilitas serta sejumlah bantuan sosial lainnya.

Dari total 181 kursi roda adaptif, sebanyak 61 unit diperuntukkan bagi penerima dari Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Demak. Penyerahannya dipusatkan di Kantor Kecamatan Kota Kudus.

Sementara 120 kursi roda lainnya diberikan kepada penerima yang hadir di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Ternyata Mayoritas Masih Berstatus ASN

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur menjelaskan bahwa kursi roda tersebut tidak bisa langsung diberikan begitu saja kepada penerima. Setiap anak harus melalui tahapan pengukuran, perakitan, hingga pengepasan.

“Hari ini kegiatannya adalah pengukuran, pengepasan, dan perakitan kursi roda bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” jelas Imam.

Disesuaikan dengan Kondisi Tubuh Anak

Sebagian penerima merupakan anak dengan cerebral palsy yang mengalami kekakuan otot sehingga membutuhkan penyangga tubuh khusus.

Dengan desain yang disesuaikan, kursi roda adaptif diharapkan dapat membantu anak melakukan berbagai aktivitas, mulai dari duduk, makan, belajar, bermain, hingga keluar rumah dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Pengadaan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jawa Tengah dengan Global Village Foundation Bali dan Wheelchairs For Kids Australia. Kedua lembaga tersebut turut mendukung proses pengukuran, perakitan, serta penyesuaian kursi berdasarkan kebutuhan masing-masing penerima.

Tidak berhenti setelah bantuan diserahkan, pendampingan juga akan dilakukan secara berkelanjutan. Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, dan terapis dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai terapi yang dapat dilakukan secara rutin di rumah.

Pendataan Dilakukan dari Lapangan

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses pendataan melibatkan kader sosial Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, serta dinas sosial kabupaten dan kota.

Dari proses tersebut, ditemukan sejumlah anak yang membutuhkan kursi roda adaptif dan belum pernah mendapatkan bantuan serupa.

Baca Juga: Majelis KID DIY Perintahkan Pemkab Terbuka Soal Perizinan Industri Wisata di KBAK Gunungkidul

Sementara itu, bantuan alat bantu kaki dan tangan palsu untuk 50 penyandang disabilitas masih berada dalam tahap pengukuran. Sebanyak 22 penerima menjalani pengukuran di Kantor Kecamatan Kota Kudus dan 28 lainnya mengikuti proses serupa di Aula Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Selain alat bantu dan pendampingan, seluruh penerima juga mendapatkan paket sembako sebagai bentuk dukungan sosial bagi keluarga.

Bantuan tersebut diharapkan bukan hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk belajar, bermain, beraktivitas, dan berinteraksi secara lebih mandiri di lingkungan mereka.

Editor : Bahana.
Dinas Sosial Jateng Ahmad Luthfi penyandang disabilitas jawa tengah Kursi Roda Adaptif