Tarik Bus 10,6 Ton, Semangat Kemerdekaan Menggema di Terminal Tidar Magelang

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:18 WIB
SEMARAK: Masing-masing tim mengerahkan tenaganya untuk menarik bus agar sampai di garis finis, Kamis (13/8). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)
SEMARAK: Masing-masing tim mengerahkan tenaganya untuk menarik bus agar sampai di garis finis, Kamis (13/8). (NAILA NIHAYAH/RADAR JOGJA)

 MAGELANG - Terminal Tipe A Tidar Magelang memiliki cara tak biasa dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. Untuk kali pertama, bus yang sehari-hari menjadi transportasi publik justru dijadikan arena adu kekuatan dan kekompakan.

Kegiatan bertajuk lomba tarik bus itu diikuti oleh delapan tim, baik dari internal maupun eksternal terminal. Panitia telah menyediakan dua armada bus dengan bobot 10,6 ton. Masing-masing tim yang terdiri dari enam orang itu adu tenaga menarik bus sejauh 25 meter.

Ketua panitia lomba, Aryo Hananto mengutarakan, setiap tim beranggotakan enam orang. Mereka harus menarik bus sejauh 25 meter hingga melewati garis yang telah ditentukan. 

Dua bus yang digunakan dalam perlombaan memiliki bobot yang sama, yakni sekitar 10,6 ton. "Sistemnya gugur, yang melewati garis finish terlebih dahulu itu pemenangnya," kata Aryo di sela kegiatan, Kamis (13/8).

Baca Juga: Terbukti Kualitasnya, Lulusan Polbangtan Kementan Direkrut Perusahaan Ternama

Sebelum lomba digelar, panitia telah melakukan uji coba untuk memastikan enam orang dalam satu tim mampu menarik bus hingga jarak yang ditentukan. "Sudah dicoba dan sudah kita laksanakan, mampu," imbuhnya.

Sebanyak delapan tim ambil bagian dalam lomba perdana tersebut. Peserta terdiri atas tim asongan, agen bus, pegawai terminal, pelaku UMKM, Serikat Pekerja Terminal Indonesia (SPTI), Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, serta Dishub Provinsi Jateng di Magelang.

Aryo menambahkan, sebetulnya antusiasme terhadap lomba tersebut cukup tinggi. Ketika informasi lomba dibagikan melalui media sosial, banyak masyarakat yang memberikan respons dan menyatakan keinginan untuk ikut.

Namun, pada penyelenggaraan perdana ini panitia membatasi jumlah peserta menjadi delapan tim. Pembatasan itu dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian karena kegiatan baru pertama kali digelar.

Baca Juga: Manchester United vs AC Milan Jadi Ujian Terakhir, Mazraoui Nantikan Reuni dengan Ruben Amorim

Meski dikemas sebagai hiburan, panitia menyiapkan hadiah uang tunai dengan total Rp 1 juta. Juara pertama mendapatkan Rp 500 ribu, juara kedua Rp 300 ribu, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp 200 ribu.

Kepala Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Magelang Aris Mujiono menuturkan, lomba itu sengaja dibuat berbeda dari perlombaan kemerdekaan pada umumnya. Tarik bus dipilih karena berkaitan dengan aktivitas dan identitas terminal sebagai tempat pelayanan serta pengawasan angkutan umum.

"Kenapa kita melaksanakan lomba tarik bus? Karena identik dengan tugas kerja kita. Salah satunya terkait dengan pengawasan angkutan umum yang masuk di Terminal Tidar," bebernya.

Di sisi lain, lanjut dia, perlombaan juga menjadi cara untuk memperkenalkan suasana di balik aktivitas terminal kepada masyarakat. Terminal tidak hanya menjadi tempat bus datang dan berangkat, tetapi juga memiliki komunitas pekerja dengan berbagai peran yang saling berhubungan.

Baca Juga: Perkuat Sektor Pertanian, Polbangtan Kementan Libatkan Alumni Lintas Generasi

Teriakan penyemangat pecah ketika satu per satu tim mengambil posisi di depan bus. Enam peserta berdiri berjejer, menggenggam tali yang terhubung dengan bus. Begitu aba-aba diberikan, mereka langsung menarik dengan seluruh tenaga.

Dia menjelaskan, setiap tim mendapatkan kesempatan bertanding dengan ketentuan kemenangan dua kali. Jika dalam pertandingan kedua tim memiliki hasil imbang 1-1, pertandingan dilanjutkan untuk menentukan pemenang.

"Para peserta diberi kesempatan untuk menarik dua kali. Kalau masih draw 1-1, nanti berarti final di dua kali kemenangan," terang Aris.

Dua bus yang digunakan dalam perlombaan adalah bus Handoyo dan bus Harapan Jaya. Keduanya dipilih dengan bobot kendaraan atau gross vehicle weight (GVW) yang sama sehingga tidak memberikan keuntungan kepada salah satu tim.

Baca Juga: JFW 2026 Resmi Dibuka, Yogyakarta Bawa Akar Budaya Lokal Bergema ke Panggung Fashion Dunia

Peserta dari agen bus, Ayik mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan yang baru pertama kali digelar tersebut. "Seru bisa ikutan lomba ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI. Apalagi ini baru pertama kali," paparnya.

Ayik berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Sehingga suasana perayaan kemerdekaan di Terminal Tidar semakin semarak. (aya)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
tarik bus Magelang Tujuhbelasan terminal tidar pitulasan