MUNGKID - Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang mulai menambah fasilitas pelayanan buntut arus pengunjung yang terus meningkat.
Fasilitas itu adalah pos kesehatan di lantai dasar menara masjid untuk mengantisipasi kebutuhan kesehatan jemaah dan pengunjung yang datang dari berbagai daerah itu.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Magelang Oktora Kunto Edhy menyebut, kebutuhan pos kesehatan tersebut muncul seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Dia menyebut, keluhan yang ditangani di antaranya kondisi ringan yang mungkin dialami pengunjung setelah menempuh perjalanan jauh.
Baca Juga: Antisipasi Penurunan Air Permukaan, Hotel dan Restoran di Kabupaten Sleman Diminta Gunakan PDAM
Seperti merasa tidak enak badan, masuk angin, pusing, atau keluhan lain."Habis perjalanan jauh kan perlu ada dikasih-kasih apa itu, minyak kayu putih, begitu," bebernya saat peluncuran, Rabu (12/8).
Selain pertolongan pertama, kata Kunto, pengunjung dapat memperoleh konsultasi kesehatan dan pemeriksaan dasar. Pos tersebut juga dilengkapi fasilitas pemeriksaan laboratorium sederhana, antara lain untuk mengetahui kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Namun, pemeriksaan laboratorium itu dikenakan biaya.
Untuk tahap awal, pos kesehatan MAJT An-Nuur belum dibuka setiap hari. Petugas baru disiagakan selama tiga hari dalam sepekan dengan menyesuaikan waktu yang diperkirakan menjadi periode ramai kunjungan, yaknni Jumat-Minggu.
Baca Juga: Kaji Usulan Perluasan Desil Sankem, Dinsosnakertrans Kota Jogja Hitung Ulang Kemampuan APBD
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis menuturkan, penambahan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari upaya pengelola untuk menyesuaikan pelayanan.
Terlebih, semakin banyak orang yang datang ke masjid tersebut. "Ini untuk memberikan layanan kesehatan terhadap para pengunjung yang sebagian besar datang dari berbagai daerah," kata Asfuri.
Baca Juga: 22 KK di Padukuhan Banaran, Kulon Progo Terdampak Kekeringan, 5.000 Liter Air Cukup untuk Tiga Hari
Meningkatnya kunjungan tersebut, kata Asfuri, membuat kebutuhan fasilitas pendukung ikut bertambah. Pengunjung tidak hanya datang untuk beribadah, tetapi juga beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam kondisi seperti itu, keluhan kesehatan ringan maupun keadaan darurat menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi pengelola. Terlebih, sebagian pengunjung menempuh perjalanan cukup jauh sebelum tiba di MAJT An-Nuur.
(aya/pra)
Editor : Heru Pratomo