Perkuat Operasional TPS3R Lohjinawi, Borobudur Mulai Benahi Sampah dari Desa

Naila Nihayah • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23 WIB

 

Bupati Magelang saat menerima dua kendaraan pengangkut sampah, Selasa (11/8).
Bupati Magelang saat menerima dua kendaraan pengangkut sampah, Selasa (11/8).

 



MUNGKID - Pemdes Borobudur mendapat tambahan dua kendaraan pengangkut sampah. Masing-masing satu unit mobil L300 dari DPP Walubi dan satu kendaraan roda tiga dari PT TWB.

Tambahan armada itu diharapkan memperkuat operasional TPS3R Lohjinawi, terutama untuk mengangkut sampah dari permukiman warga di Desa Borobudur.

Desa Borobudur menjadi satu lokasi percontohan program Sampah Tuntas Desa yang dikembangkan Pemkab Magelang. Terlebih, Desa Borobudur dengan mobilitas warga dan wisatawan yang tinggi, sehingga volume sampah dan kebutuhan pengangkutannya juga menjadi persoalan yang harus ditangani secara rutin.

Baca Juga: Bermain Pakai Hati, Pesan Sang Legenda Oni Kurniawan pada Kiper Muda PSIM Jogja Daib Pratama

Kepala Desa Borobudur, Anwar Ujang Maryadi Lukman mengutarakan, armada baru akan dimanfaatkan untuk meningkatkan jangkauan dan produktivitas pengangkutan sampah oleh pengelola TPS3R Lohjinawi. "Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya," tuturnya, Selasa (11/8).

Menurut Anwar, tambahan armada tidak akan cukup jika masyarakat masih menempatkan persoalan sampah sepenuhnya sebagai tanggung jawab petugas. Karena itu, pemdes juga terus mendorong perubahan perilaku melalui sosialisasi dan edukasi.

Dia mendorong masyarakat untuk mulai memilah, mengurangi, dan mengelola sampah dari lingkungan masing-masing. Sehingga beban pengangkutan dan pengolahan dapat ditekan.

Baca Juga: Gencarkan Vaksinasi PMK, Pemberian di Gunungkidul Baru Capai 39 Persen: Sasar Populasi 136 Ribu 

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, persoalan sampah di wilayahnya ke depan tidak akan semata-mata ditangani perangkat daerah. Dia ingin mengubah pola pengelolaan sampah dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama di wilayahnya masing-masing.

Ke depan, penanganan sampah di Kabupaten Magelang akan dilakukan berbasis wilayah, tidak berbasis dinas. "Support dan peran serta masyarakat akan kita tingkatkan. Yang selama ini masyarakat sebagai objek, kita ubah menjadi subjek," tegasnya.

Pemdes, lanjut dia, diharapkan tidak sekadar menjadi penerima program. Tetapi menjadi penggerak yang mengorganisasi masyarakat untuk membangun sistem pengelolaan sampah sesuai kondisi wilayahnya.

Baca Juga: Beasiswa Pemprov Jateng Buka Jalan Santri Kudus Kuliah Kedokteran Gigi hingga China

Grengseng menilai, keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan kendaraan pengangkut, tempat pembuangan, maupun teknologi pengolahan. Jika masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk mengelola sampah, fasilitas yang tersedia tetap akan menghadapi persoalan yang sama.

Karena itu, bantuan dua kendaraan tersebut dinilai sebagai bagian dari sistem yang lebih besar, bukan sebagai solusi tunggal. Armada diperlukan untuk memperlancar pengangkutan, tetapi keberlanjutan pengelolaan tetap bergantung pada bagaimana masyarakat memilah dan menangani sampah sejak dari rumah.

Perwakilan DPP Walubi, Rudi Hendrata menambahkan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan kawasan Borobudur sekaligus mendukung program pemerintah daerah.

Baca Juga: Lautan Manusia di RW 57 Jurugsari, Ketika Senam Sehat HUT RI Satukan Mahasiswa, Seniman, dan Lansia

"Kami berharap dengan adanya tambahan satu mobil ini dapat meningkatkan produktivitas pengelolaan sampah di area Borobudur dan sekitarnya," terangnya.

Direktur PT TWB Mardijono Nugroho menyebut, dukungan tersebut diberikan karena kebersihan kawasan Borobudur merupakan kepentingan bersama. "Kami berharap ini bermanfaat untuk kawasan, tidak hanya di sekitar area kami, tetapi juga untuk wilayah Borobudur yang cukup luas," paparnya. (aya)

 

Editor : Heru Pratomo
TPS3R Lohjinawi Borobudur pengangkut sampah bupati magelang walubi