Gelombang Empat Meter Terjang Kios hingga 30 Meter dari Bibir Pantai di Kebumen

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:37 WIB
 Petugas BPBD Kebumen bersama warga membersihkan area lokasi di kawasan wisata Pantai Suwuk yang terkena ombak besar. (Dokumentasi BPBD Kebumen)
Petugas BPBD Kebumen bersama warga membersihkan area lokasi di kawasan wisata Pantai Suwuk yang terkena ombak besar. (Dokumentasi BPBD Kebumen)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Sepuluh warung semi permanen yang berada di tepi Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren dilaporkan rusak setelah diterjang gelombang tinggi pada Selasa pagi (11/8). Gelombang yang datang dengan kekuatan cukup besar membuat bangunan warung milik warga porak-poranda.

Selain di Pantai Setrojenar, kerusakan warung juga terjadi di kawasan wisata Pantai Suwuk, Desa Tambakmulya, Kecamatan Puring. BPBD Kebumen mencatat, setidaknya terdapat 60 kios di dekat garis pantai tersebut terdampak gelombang tinggi. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bagian atap, dinding hingga struktur bangunan.

Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto menjelaskan, gelombang laut dengan ketinggian empat meter terjadi sekira pukul 07.00.

Baca Juga: Emoh Tanda Tangan tanpa Kejelasan Spesifikasi, Lurah di Gunungkidul Kritisi Serah Terima Aset KDMP

 Akibatnya sejumlah bangunan di tepi pantai rusak setelah dihantam gelombang yang disertai angin kencang. "Air laut masuk ke area warung dan kios milik warga sepanjang 30 meter dari bibir pantai," terang Heri.

BPBD, kata dia, telah melakukan asesmen di dua titik pantai yang paling terdampak gelombang tinggi. Berdasar hasil pemantauan, sekira pukul 10.00 gelombang laut sudah terlihat cukup landai. Setelah kondisi dipastikan aman, masyarakat bersama petugas langsung melakukan pembersihan di lokasi terdampak.

Heri menegaskan, kondisi gelombang laut saat ini sedang tidak bersahabat. Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Jalan Dekso-Plono Hingga Penataan Alwa Masuk Program Prioritas Pemkab Kulon Progo

 Adapun petugas sampai sekarang masih melakukan pemantauan perkembangan kondisi di wilayah pesisir selatan. "Korban nihil. Situasi masih dalam pemantauan," jelasnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kebumen Lusimin menyampaikan, sejauh ini belum ada laporan ihwal adanya insiden yang dialami nelayan akibat gelombang tinggi. Dia juga menyebut tidak ada kerusakan perahu milik nelayan meski wilayah pesisir diterjang ombak besar.

Pihaknya juga mengimbau agar nelayan memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas. "Tidak ada laporan kerusakan yang masuk. Masih aman dan terkendali," bebernya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
bibir pantai bpbd kebumen Pantai Suwuk gelombang tinggi hnsi