MAGELANG - Ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten dan Kota Magelang menggelar aksi damai di Alun-Alun Kota Magelang, Senin (10/8/2026). Aksi Paguyuban Peternak Petelur Magelang (P3M) mulai pukul 10.00-12.00 ini dilakukan sebagai bentuk perjuangan peternak yang semakin terdesak akibat tingginya harga pakan. Sementara harga jual telur justru mengalami penurunan.
Para peternak membagikan sedikitnya 50 ribu ekor ayam kepada masyarakat sebagai bagian dari penyampaian aspirasi mengenai kondisi peternakan saat ini. Pembagian ayam secara gratis itu disebar ke tiga titik di alun-alun. Ada yang di seberang The Aloon-Aloon Mal, markas Polres Magelang Kota, serta Masjid Agung Magelang.
Koordinator aksi Ir Yudha Mandala mengatakan, aksi ini berangkat dari sejumlah persoalan dan masalah yang dihadapi para peternak ayam. Terutama kenaikan harga pakan dan lemahnya harga telur di tingkat peternak.
Baca Juga: Indah Dwi Antari Jadi Pj Sekda Kota Magelang, Segera Siapkan KUA 2027 dan KUA Perubahan 2026
Dalam kondisi ini, Yudha menyebut pentingnya kebijakan pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan baku pakan bagi peternak ayam petelur.
“Peternak sangat berharap intervensi pemerintah tidak hanya menyentuh persoalan telur, tapi juga biaya produksi yang terus meningkat,” katanya di sela aksi.
Sekretaris P3M Arif Sosiawan mengatakan, harga telur ayam ras saat ini berkisar Rp 20.500 per kilogram (kg). Harganya jauh dari harga acuan pembelian (HAP) sebesar Rp 26.500 per kg. Menurut Arif, harga telur stagnan di bawah HAP sejak April 2026.
“HPP (harga pokok produksi) peternak di angka Rp 22.000 per kg. Kami subsidi Rp 1.500,” ujarnya.
Baca Juga: High Season, Okupansi Wisman Jauh dari Target: Diduga Beralih ke Homestay, PHRI Promosikan Ini
Ratih Ratna Sari, warga yang menerima ayam gratis menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat mendengar secara langsung keluhan para peternak ayam. “Semoga pemerintah mendengar apa keluh kesah para peternak ayam, agar harga pakan segera turun dan harga telur bisa membaik,” ujarnya.
Ratih juga berharap telur dan produk peternakan dapat lebih banyak diserap dalam berbagai program pemerintah, termasuk program keluarga harapan (PKH) dan makan bergizi gratis (MBG).
Menurutnya, peningkatan penyerapan telur melalui program pemerintah dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.
Baca Juga: DTKS Belum Sepenuhnya Valid, Komisi D DRPD Kota Jogja Dorong Perluasan JPD dan Sankemhingga Desil 6
“Semoga telur bisa ikut dalam program pemerintah seperti PKH, MBG dan sebagainya. Jadi, peternak tidak merasa ketika harga pakan naik terus, harga telur dan daging juga ikut naik,” tandasnya.
Melalui aksi tersebut, para peternak berharap pemerintah segera merespons persoalan yang mereka hadapi, terutama tingginya biaya pakan dan rendahnya harga jual telur. Mereka juga mendorong adanya kebijakan yang dapat memperluas penyerapan hasil produksi peternak melalui berbagai program pemerintah.
Perwakilan Bulog M Ihsan Suraadilaga mengatakan, saat ini harga jagung di Bulog Rp 6.400 per kg. Sementara jika dijual ke peternak Rp 5.000 per kg.
“Artinya, petani jagung sekarang cenderung menjual ke tempat yang harganya lebih tinggi. Kalau ada jagung, Bulog siap menyerap dengan harga Rp 6.400 per kg. Nanti peternak bisa mengambil dari Bulog dengan harga Rp5.000,” ujarnya. (mg4/mg8/aro/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita