Rizky Alifian Ramadhan Diterima di UI, UGM dan Belasan PT Bergengsi Luar Negeri

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:02 WIB
Dwi Jayati menunjukkan foto anaknya Rizky Alifian Ramadhan, 19, yang diterima di 19 perguruan tinggi luar negeri (PTLN). M. Hafied/Radar Jogja
Dwi Jayati menunjukkan foto anaknya Rizky Alifian Ramadhan, 19, yang diterima di 19 perguruan tinggi luar negeri (PTLN). M. Hafied/Radar Jogja

 

KEBUMEN - Rizky Alifian Ramadhan tak bergeming, meski sudah mendapat tawaran masuk ke 19 perguruan tinggi luar negeri (PTLN). Kesempatan emas di depan mata itu tidak dia ambil.

 Dia justru lebih memilih untuk menempuh pendidikan di perguran tinggi negeri (PTN).

Sambil mata berkaca-kaca, Dwi Jayati menceritakan kisah perjalanan anaknya selama di bangku sekolah. Ujungnya, air mata guru MAN 2 Kebumen itu tak terbendung.

Ia tak kuasa menahan rasa haru dan bangga karena anaknya, Rizky Alifian Ramadhan berhasil diterima di 19 PTLN bergengsi.

Baca Juga: Pembangunan Tahap Pertama Taman Budaya Bantul Ditarget Rampung Awal Desember

Saat mendapat kabar anaknya dilirik belasan PTLN, hati dan pikirannya berkecamuk hebat. Saat itu ia mengaku belum begitu rela ditinggal pergi jauh anak semata wayangnya.

Namun setelah perenungan panjang, guru madrasah itu melapangkan hati demi mimpi besar anaknya. "Saya hanya bisa bersyukur, semua seperti mimpi," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (7/8).

Rizky sendiri berasal dari keluarga sederhana. Pemuda kelahiran 4 Oktober 2007 itu dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sadar akan pentingnya pendidikan.

Sejak kecil, dia sudah terlatih dengan kemandirian. Di usia ke 9 tahun, Rizky menjadi anak yatim. Selama itu pula dia hanya tinggal bersama ibunya di RT 01/ RW 04 Dukuh Ketapen, Desa Klirong, Kecamatan Klirong.

Kepergian ayahnya akibat penyakit komplikasi yang kemudian memaksa dia menjadi pribadi yang mandiri. 

Bakat dan kecerdasan Rizky mulai terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dia sempat keluar sebagai peringkat pertama paralel.

 Selain kompeten pada bidang akademik, putra dari pasangan Dwi Jayati dan almarhum Sunarto itu juga unggul dari sisi keagamaan. Terbukti, ketika kelas 5 SD dia telah hafal 7 juz Alquran.

"Seingat saya, setiap tahun pas SD dapat piala tiga biji. Soal baca tartil dan menghafal memang agak cepat," sebut Dwi Jayati.

Setelah lulus SD, Rizky kembali menorehkan prestasi. Dia berhasil diterima sebagai siswa program unggulan MTsN 1 Kebumen. Di madrasah, dia lebih cenderung fokus pada mata pelajaran eksak seperti matematika, IPA hingga Bahasa Inggris.

Di samping itu, dia juga tetap membagi waktu untuk melanjutkan hafalan Alquran. 

Baca Juga: SMPN 4 Banguntapan Kenalkan Budaya Jawa kepada Siswa lewar Beragam Kegiatan Sekolah

Berbagai prestasi tingkat regional dan nasional juga sempat diraih selama mengeyam pendidikan di MTs. "Pas masih MTs mungkin ada 10 piala. Tambah hafalan enam juz," ungkapnya.

Banyaknya prestasi yang diraih juga menghantarkan Rizky diterima di MAN Insan Cendekia (IC) Serpong yang dikenal sebagai sekolah menengah terbaik di Indonesia.

Dia berhasil masuk daftar 140 siswa dari ribuan pendaftar. Selama di sekolah ini, dia digembleng untuk fasih berkomunikasi dan debat dengan menggunakan bahasa inggris.

"Saya lihat dari kecil sudah semangat belajar. Sering waktunya tidur, tidak ada di kamar. Lagi fokus belajar sendiri," kata Dwi.

Puncak kebahagiaan dari keluarganya, Rizky dapat diterima di 19 PTLN. Meliputi universitas yang berada di Australia, Kanada, Amerika dan United Kingdom (UK) atau Britania Raya.

Di antaranya, Monash University, Virginia Tech, University of Toronto St George dan University of Colorado Denver.

Selain PTLN, Rizky juga diterima sejumlah PTN bergengsi di Indonesia. Antara lain UGM melalui jalur prestasi dan UI melalui jalur SNBT.

Dari banyaknya pilihan itu, Rizky kemudian memutuskan untuk kuliah kedokteran di UI. 

Baca Juga: Puluhan Siswa SMPN 3 Candimulyo Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas hingga RSUD Merah Putih

Setelah itu dia berencana melanjutkan studi di Inggris. "Sekarang sudah di UI Depok, sudah mulai Ospek. 

Ambil double degree, setelah ambil kedokeran mau ambil kuliah lagi ke Inggris," tambah Dwi. (fid/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
UGM perguruan tinggi Alquran Universitas Indonesia (UI) Boks