Puluhan Siswa SMPN 3 Candimulyo Diduga Keracunan MBG, Dilarikan ke Puskesmas hingga RSUD Merah Putih

Naila Nihayah • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 20:32 WIB
BERDATANGAN: Para siswa yang diduga keracunan menu MBG saat dirujuk ke RSUD Merah Putih, Jumat petang (7/8). Naila Nihayah/Radar Jogja
BERDATANGAN: Para siswa yang diduga keracunan menu MBG saat dirujuk ke RSUD Merah Putih, Jumat petang (7/8). Naila Nihayah/Radar Jogja

 

MUNGKID - Puluhan siswa SMP Negeri 3 Candimulyo diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG), Jumat (7/8).

 Mereka mengalami gejala mual, muntah, hingga sakit perut, sehingga harus dilarikan ke puskesmas dan sebagian dirujuk ke RSUD Merah Putih.

Baca Juga: Kejari Sleman Pastikan Proses Penyidikan Raudi Akmal Tetap Berlanjut

Peristiwa ini bermula saat pembagian makanan dilakukan pada jam istirahat pertama, sekitar pukul 10.10. Menu yang dibagikan kepada lebih dari 200 siswa itu berupa nasi kuning, telur bumbu kecap, tempe goreng, acar, dan anggur.

Guru SMPN 3 Candimulyo Wahyudi menjelaskan, tidak semua siswa langsung menghabiskan makanan di sekolah. Sebagian siswa diperkenankan membawa pulang makanan tersebut untuk dikonsumsi di rumah.

Dia menyebut, gejala mulai dirasakan beberapa siswa setelah jam pelajaran berakhir sekitar pukul 13.20. Sejumlah siswa disebut mulai bolak-balik ke toilet karena merasa mual dan sakit perut.

Baca Juga: Bukan Sekadar APBD, Anggota DPRD DIY Soroti Pengolahan Sampah Butuh Terobosan Regulasi

"Keluhannya perut sakit, muntah, dan badan panas. Bahkan ada yang sudah di toilet saat masih di sekolah," terangnya.

Pihak sekolah lantas memulangkan siswa dan mengarahkan mereka yang mengalami gejala untuk segera mendapatkan penanganan medis.

 Sekolah juga mengimbau siswa yang mengalami gejala serupa dapat segera melapor dan menghubungi ambulans desa.

Nenek siswa, Mitri mengutarakan, cucunya mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang dari sekolah. Setelah memakan menu nasi kuning itu, cucunya diare dan pusing.

 "Sekitar pukul 15.00 langsung dibawa ke puskesmas, terus dirujuk ke RSUD Merah Putih," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penunjang RSUD Merah Putih Rurit Obyantoro menyebut, hingga pukul 17.24, total 20 siswa telah mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Mereka datang secara bertahap. "Pasien datang bergelombang, awalnya 12 orang, kemudian disusul 8 dan 7 orang. Total ada 20 pasien yang kami tangani," lontarnya.

Dari jumlah itu, lima di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya stabil. Sementara 15 lainnya masih dalam perawatan.

Baca Juga: Targetkan Seribu Peserta, Sleman Temple Run Kesebelas Tawarkan Pemandangan Lima Candi

Rurit menyebut, gejala yang dialami para siswa umumnya berupa mual, muntah, nyeri ulu hati, dan pusing. Dia menambahkan, tingkat keparahan gejala berbeda-beda, tergantung jumlah makanan yang dikonsumsi.

"Yang muntahnya cukup banyak kemungkinan mengonsumsi dalam jumlah lebih banyak. Sementara yang ringan hanya pusing, itu sudah bisa kami pulangkan," sebutnya.

Dia menduga, kejadian ini sebagai kasus food intoxication atau keracunan makanan. Namun diagnosis itu masih bersifat sementara dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

"Kami sudah mengambil sampel muntahan dari beberapa siswa untuk diperiksa di laboratorium guna memastikan penyebabnya," terangnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSUD Merah Putih juga telah mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Rumah sakit masukkan kasus ini dalam kategori kebencanaan, sehingga tenaga medis dari unit lain dikerahkan untuk membantu di IGD. (aya/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
keracunan IGD RSUD Merah Putih Makan Bergizi Gratis (MBG)