MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mengubah konsep peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan memperluas keterlibatan masyarakat. Tahun ini, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada seremoni pemerintahan. Tetapi diarahkan menjadi perayaan yang melibatkan warga dari berbagai kalangan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menghidupkan kembali nilai kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat nasionalisme tidak cukup dibangun melalui upacara dan kegiatan formal semata.
"Kalau warga dilibatkan, mereka merasa memiliki. Dari situ nilai nasionalisme akan tumbuh, bukan sekadar formalitas tahunan," ujarnya Rabu (5/8).
Damar menilai, selama ini partisipasi warga dalam peringatan kemerdekaan belum sepenuhnya merata. Sejumlah kegiatan masih didominasi kelompok tertentu, sementara sebagian masyarakat hanya menjadi penonton.
Karena itu, Pemkot Magelang memperluas ruang partisipasi publik melalui berbagai kegiatan lintas sektor. Agenda tersebut mencakup kegiatan olahraga, seni, keagamaan, hingga kepemudaan yang digelar di sejumlah titik kota.
Rangkaian peringatan diawali dengan agenda kenegaraan. Seperti gladi bersih pada 13 Agustus, Sidang Paripurna DPRD pada 14 Agustus, serta pengukuhan Paskibra dan Apel Kehormatan serta Renungan Suci pada 15 Agustus.
Selanjutnya, malam tasyakuran dan doa bersama digelar pada 16 Agustus. Puncak peringatan pada 17 Agustus akan berlangsung di Lapangan Tentara I Rindam IV/Diponegoro melalui upacara Detik-Detik Proklamasi.
Selain upacara, pengibaran bendera Merah Putih juga dilakukan di Puncak Gunung Tidar serta seluruh kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD) Kota Magelang.
Di luar kegiatan formal, Pemkot Magelang menyiapkan berbagai agenda yang melibatkan masyarakat. Sejumlah kegiatan telah berlangsung sejak awal Agustus, seperti HK Run di Alun-Alun Kota Magelang dan kejuaraan atletik di Gelora Sport Center Sanden.
Berbagai kegiatan lain, seperti festival musik, jambore pemuda, kompetisi basket, dan futsal juga masuk dalam rangkaian perayaan. Pemkot turut menggandeng komunitas serta pihak swasta untuk memperluas partisipasi masyarakat.
Rangkaian kegiatan bahkan berlanjut hingga September. Agendanya berupa konser pelajar, kejuaraan pencak silat, pameran, dan kegiatan komunitas di sejumlah lokasi. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita