KEBUMEN - Memasuki puncak musim kemarau, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat. Personel gabungan beserta peralatan pendukung telah disiagakan untuk antisipasi meningkatnya potensi kebakaran yang rawan terjadi selama musim kemarau.
Penguatan personel dilakukan dengan melibatkan unsur dari kepolisian, TNI, BPBD dan pemadam kebakaran. Hal ini terlihat saat Apel Gelar Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Polres Kebumen, Rabu (5/8).
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, beberapa waktu terakhir, sejumlah titik kebakaran hutan ditemukan di wilayah Kebumen. Kondisi ini perlu kewaspadaan dari seluruh pihak agar kejadian serupa tidak terulang dan meluas sehingga dapat menimbulkan dampak lebih besar. "Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengakibatkan kerugian materiil, tetapi juga merusak lingkungan," tegasnya.
Dalam amanatnya, dia menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini ditandai dengan menurunnya curah hujan serta meningkatnya suhu udara. Kondisi tersebut membuat lahan dan kawasan hutan lebih mudah terbakar sekaligus berpotensi menyebabkan kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih di sejumlah wilayah.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan lintas instansi menjadi sangat penting. Melalui sinergi yang terjalin diharapkan dapat menekan kerugian akibat karhutla. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi kebakaran di lapangan.
Menurutnya, selain merusak lingkungan ancaman kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat hingga menghambat berbagai aktivitas masyarakat. Dia juga mengajak masyarakat turut berperan aktif dalam pencegahan kebakaran. "Sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu kelalaian manusia," jelasnya. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita