Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang Edy Priyanta menyebut, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.43. Petugas pun bergerak cepat menuju lokasi. "Penanganan dilakukan pukul 18.53 dan baru bisa dinyatakan selesai sekitar pukul 02.35," ujarnya, Rabu (5/8).
Edy menjelaskan, kebakaran bermula saat seorang karyawan membuang limbah di area pembuangan dan melihat adanya titik api yang sudah menyala. Upaya pemadaman secara mandiri sempat dilakukan menggunakan mesin diesel, namun api justru semakin membesar dan merembet ke area lain yang dipenuhi limbah kayu.
Melihat kondisi tersebut, perusahaan segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran. Material limbah kayu yang mudah terbakar serta luasnya area pembuangan menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.
Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan menghanguskan sebagian besar area limbah. Total ada tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Namun, lanjut Edy, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain luasnya area yang terbakar, petugas juga menghadapi kendala keterbatasan pasokan air di lokasi. "Kendala utama adalah luas area dan minimnya debit air untuk suplai pemadaman. Ini cukup menghambat proses," katanya.
Petugas, kata dia, harus bekerja ekstra dengan mengatur distribusi air secara efisien agar api tidak semakin meluas. Proses pemadaman juga membutuhkan waktu lama karena yang terbakar adalah material limbah kayu.
Edy menambahkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran ini berdampak pada aktivitas pabrik. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (aya)