Pabrik Limbah Kayu Dilalap Jago Merah, Padam Usai Tujuh Jam, Damkar Kabupaten Magelang Terkendala Minim Air

Naila Nihayah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:30 WIB
EVAKUASI: Petugas damkar berjibaku memadamkan api yang melalap pabrik di Salam. (Dokumentasi Damkar Kabupaten Magelang)
EVAKUASI: Petugas damkar berjibaku memadamkan api yang melalap pabrik di Salam. (Dokumentasi Damkar Kabupaten Magelang)

MUNGKID - Kebakaran hebat melanda area pembuangan limbah milik PT Kayu Lima Sentosa di wilayah Mantingan, Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (4/8) petang. Api yang diduga berasal dari titik pembakaran limbah dengan cepat meluas hingga mencapai sekitar dua hektare dan baru berhasil dipadamkan lebih dari tujuh jam.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang Edy Priyanta menyebut, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.43. Petugas pun bergerak cepat menuju lokasi. "Penanganan dilakukan pukul 18.53 dan baru bisa dinyatakan selesai sekitar pukul 02.35," ujarnya, Rabu (5/8).

Edy menjelaskan, kebakaran bermula saat seorang karyawan membuang limbah di area pembuangan dan melihat adanya titik api yang sudah menyala. Upaya pemadaman secara mandiri sempat dilakukan menggunakan mesin diesel, namun api justru semakin membesar dan merembet ke area lain yang dipenuhi limbah kayu.
Baca Juga: Mitos Gunung Merapi: Mbah Petruk, Sosok Gaib Penjaga Merapi yang Dipercaya Beri Peringatan Lewat Mimpi 

Melihat kondisi tersebut, perusahaan segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran. Material limbah kayu yang mudah terbakar serta luasnya area pembuangan menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.

Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan menghanguskan sebagian besar area limbah. Total ada tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Namun, lanjut Edy, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain luasnya area yang terbakar, petugas juga menghadapi kendala keterbatasan pasokan air di lokasi. "Kendala utama adalah luas area dan minimnya debit air untuk suplai pemadaman. Ini cukup menghambat proses," katanya.
Baca Juga: Peminat Program Magang Nasional Tembus 400 Ribu, Kuota Gelombang Pertama Terbatas

Petugas, kata dia, harus bekerja ekstra dengan mengatur distribusi air secara efisien agar api tidak semakin meluas. Proses pemadaman juga membutuhkan waktu lama karena yang terbakar adalah material limbah kayu.

Edy menambahkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran ini berdampak pada aktivitas pabrik. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. (aya)
Editor : Sevtia Eka Novarita
PT Kayu Lima Sentosa Pemadam Kebakaran Kabupaten Magelang titik api Kebakaran Salam