KEBUMEN - Memasuki puncak musim kemarau, Pemkab Kebumen bersama sejumlah instansi memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah antisipasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral serta penyiapan sarana pendukung penanganan bencana.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, sejumlah wilayah di Jawa Tengah dalam beberapa pekan terakhir telah mengalami kebakaran, termasuk kawasan sekitar jalan tol. Sementara di Kebumen, salah satu wilayah yang masuk kategori rawan kebakaran berada di Kecamatan Pejagoan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dispar Sleman Khawatir Kunjungan Wisatawan Bakal Turun
"Berkat koordinasi dan respons cepat dari berbagai pihak, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas," katanya saat rapat koordinasi lintas sektoral yang berlangsung di gedung Tribrata Polres Kebumen Selasa (4/8).
Putu juga meminta seluruh instansi segera merespons laporan masyarakat terkait kesulitan memperoleh air bersih. Menurutnya, penanganan kekeringan dan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Bukan hanya satu instansi. "Koordinasi, pertukaran informasi, serta kesiapan personel dan peralatan harus terus ditingkatkan," jelasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kebumen Yani Giat Setyawan mengatakan, mitigasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana. Pemkab telah menyiapkan sejumlah titik program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) sebagai sumber air untuk mendukung proses pemadaman. Namun, sejumlah sumber air tersebut mulai mengalami penurunan debit akibat dampak musim kemarau.
Yani menjelaskan, sebagian besar kebakaran terjadi di lahan dengan vegetasi kering, seperti rumput ilalang. Karena itu, patroli di wilayah rawan dan penguatan koordinasi lintas sektor perlu terus dilakukan. "Disiapkan sekitar 210 tangki air untuk mendukung penanganan kebakaran," jelasnya.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terpadu. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita