Investor AS Bidik Soloraya, Jawa Tengah Siapkan Proyek Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari Jadi Energi

Bahana. • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menarik minat investor asing untuk mendukung penyelesaian persoalan sampah. Kali ini, perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan ketertarikannya berinvestasi dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi di kawasan Soloraya.

Rencana investasi tersebut disambut langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).

Luthfi mengatakan, pengelolaan sampah di kawasan Soloraya masih menjadi tantangan besar. Meski telah ada kesepakatan pengolahan sampah baru menjadi energi listrik, persoalan timbunan sampah lama dengan volume yang sangat besar masih memerlukan solusi yang lebih komprehensif.

"Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya," ujar Luthfi.

Baca Juga: Penerimaan Mahasiswa Baru, 39 Kursi Kosong Tersisa di Untidar Magelang

Soloraya Hasilkan Hampir 3.000 Ton Sampah Setiap Hari

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat kawasan Soloraya memproduksi sekitar 2.944,55 ton sampah per hari. Jumlah tersebut hingga kini belum seluruhnya dapat ditangani secara optimal.

Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah mendorong pembangunan fasilitas waste to fuel dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari. Fasilitas tersebut nantinya akan melayani sejumlah daerah di kawasan Soloraya, meliputi Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Menurut Luthfi, sejumlah proyek pengolahan sampah di kawasan aglomerasi lain telah memasuki tahap kerja sama, seperti proyek di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Namun, untuk penanganan sampah lama di Soloraya, pemerintah masih membutuhkan dukungan investor.

Target Zero Sampah pada 2028

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, menjelaskan bahwa proyek tersebut sejalan dengan target besar pemerintah daerah untuk mewujudkan Jawa Tengah bebas sampah (zero waste) pada 2028.

Ia mengatakan kawasan Soloraya dipilih karena memiliki volume sampah harian yang sangat tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas pengolahan berkapasitas besar.

"Nantinya lokasi proyek direncanakan berada di Kabupaten Boyolali. Saat ini telah tersedia sekitar 20 hektare lahan dari total kebutuhan sekitar 25 hektare," jelas Heru.

Usung Teknologi Ramah Lingkungan

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, menjelaskan bahwa Energy Three International merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi ramah lingkungan.

Menurutnya, teknologi yang akan diterapkan mengusung konsep zero emission, sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah.

Baca Juga: Tantang Vietnam, John Herdman Ungkap Kesempatan besar Indonesia Ambil Alih kendali Grup A ASEAN Championship

"Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kami menggunakan teknologi baru dengan konsep zero emission sehingga ramah lingkungan," kata Medhat.

Selain membantu mengatasi persoalan sampah, proyek tersebut diproyeksikan mampu membuka hampir 300 lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

E3i juga berharap investasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar lokasi proyek sekaligus memperkuat posisi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, sebagai salah satu kawasan pengembangan energi hijau di tingkat global.

 

Editor : Bahana.
Energy Three International Investasi Amerika soloraya Pengolahan Sampah Ahmad Luthfi