MAGELANG - Jumlah kursi kosong di Universitas Tidar (Untidar) pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 ini tercatat hanya 39 kursi.
Jumlah itu menjadi angka terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Sebab tahun sebelumnya masih ada 80 kursi kosong, bahkan sempat mencapai sekitar 270 kursi pada tahun-tahun sebelumnya.
Rektor Untidar Prof Sugiyarto mengatakan, capaian itu menjadi hasil dari semakin efektifnya sistem seleksi mahasiswa baru yang diterapkan kampus.
"Daya tampung kita 4.220, yang terisi 4.181. Jadi hanya tersisa sedikit yang tidak registrasi," ujarnya usai pembukaan PKKMB, Senin (3/8/2026).
Dia tidak menampik, tren penurunan jumlah kursi kosong terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, jumlah kursi kosong bahkan mencapai ratusan, kemudian menurun menjadi sekitar 80 kursi pada 2025, dan kini berhasil ditekan hingga 39 kursi.
Sugiyarto menyebut, capaian itu menjadi satu hal yang patut disyukuri.
"Kita terus memperbaiki sistem seleksi agar semakin efektif," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Untidar, Prof Suyitno menjelaskan, minimnya kursi kosong tidak lepas dari strategi penerimaan melalui berbagai jalur seleksi yang berlapis.
Untidar membuka sejumlah jalur, mulai dari SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri dengan beberapa skema.
Satu skema dari jalur mandiri yang diterapkan adalah One Day Service (ODS) untuk mengisi kekosongan kursi.
"Setelah jalur utama, kami buka SMODS untuk mengisi kursi yang masih kosong," jelasnya.
Dia menambahkan, kursi yang tidak terisi umumnya disebabkan oleh calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang, bukan karena tidak diterima.
"Biasanya mereka tidak daftar ulang, jadi kami tidak mengetahui alasannya," sambungnya.
Dari total kursi kosong yang tersisa, sebagian besar berasal dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP). Dengan satu program studi (prodi) yang mengalami kekurangan peminat adalah Pendidikan Matematika.
Sementara itu, sejumlah prodi lain justru tetap diminati tinggi. "Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (Fisipol), terutama Ilmu Komunikasi, masih sangat diminati. Disusul bidang Teknologi Informasi," terangnya.
Menurut Suyitno, keberhasilan menekan angka kursi kosong juga didukung pengalaman dalam mengelola seleksi mahasiswa baru.
Dia menilai, keberadaan jalur terakhir seperti SMODS menjadi kunci dalam mengisi kekosongan yang tersisa.
Meski demikian, terdapat beberapa prodi yang tetap tidak dipaksakan untuk diisi apabila peminatnya minim.
Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas pembelajaran dan rasio kelas.
Saat ini, lanjut dia, sebanyak 4.181 mahasiswa baru Untidar mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Mayoritas mahasiswa berasal dari Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 3.682 orang.
Selain itu, mahasiswa juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, DIY, hingga Papua.
"Dari Papua ada empat orang, kemudian Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah masing-masing satu orang. Dari Aceh ada dua orang," sebutnya. (aya)
Editor : Meitika Candra Lantiva