MUNGKID – Imbauanya sederhana, tak membuang punting rokok sembarangan. Karena Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat sepanjang Juni hingga Juli 2026 terjadi 15 kejadian kebakaran. Rinciannya, 13 kasus merupakan kebakaran bangunan dan dua lainnya kebakaran lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Bambang Hermanto menegaskan, kewaspadaan warga menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran. Menurutnya, menjaga lingkungan dari risiko kebakaran berarti juga menjaga keselamatan bersama.
Selain itu, lanjut dia, sebagian besar kebakaran terjadi karena aktivitas yang sebenarnya bisa dihindari. "Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam penggunaan api," ujarnya, Minggu (2/8).
Baca Juga: Sambut Hari Kemerdekaan, Pemuda Dusun Trini Sleman Gelar Balap Perahu di Selokan Mataram; asal Sehat Boleh Ikut, Tantangannya Mela
Dia juga mengingatkan warga untuk tidak membakar sampah, terutama saat cuaca panas dan angin kencang. Selain itu, warga juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area yang banyak terdapat rumput kering atau bahan mudah terbakar.
Sebagai langkah antisipasi, kata dia, warga disarankan menyediakan alat pemadam sederhana seperti ember berisi air atau pasir. Serta segera melaporkan jika menemukan titik api kepada pemerintah desa, BPBD, atau pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kondisi ini, lanjut Bambang, sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun 2026 dipengaruhi fenomena El Nino dan aktifnya Monsun Australia.
Baca Juga: El Nino Menguat, BMKG Prediksi Ancaman Kekeringan di DIY Meningkat
Dampaknya, sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah, mengalami curah hujan di bawah normal dengan kondisi yang lebih kering.
Sementara puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026.
Di Kabupaten Magelang sendiri, cuaca beberapa hari terakhir didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu siang hari berkisar 29 hingga 31 derajat Celsius serta kelembapan udara yang menurun.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Pengusaha di Purworejo, Bawa 32 Item Barang, Termasuk Mobil dan Moge
Dia menyebut, kondisi ini dinilai cukup ideal bagi api untuk cepat membesar apabila terjadi kebakaran. Dengan meningkatnya potensi risiko tersebut, Bambang menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pencegahan.
"Ketika hujan berhenti, kewaspadaan justru harus ditingkatkan. Satu percikan api bisa berdampak besar jika tidak segera ditangani," terangnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo